Tiap Tahun Tujuh Bangunan Bersejarah Salatiga Hancur


Laju kerusakan bangunan bersejarah atau cagar budaya di Kota Salatiga semakin mengkhawatirkan. Dalam inventarisasi terbaru Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jawa Tengah dan Pemerintah Kota Salatiga, hanya tersisa 115 bangunan cagar budaya, padahal pada inventarisasi tahun 1999 masih mencapai 192 bangunan. Artinya, setiap tahun lebih dari tujuh bangunan bersejarah hancur.

“Hasil inventarisasi itu sudah kami seminarkan beberapa hari lalu dan tinggal dimantapkan saja, berikut rekomendasinya. Sebagian bangunan cagar budaya yang masih ada juga dalam kondisi kurang terawat,” kata Kepala Bidang Pemerintahan, Sosial, dan Budaya, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Salatiga Adi Setiarso, Senin (21/12/2009).

Menurut dia, dari 115 bangunan bersejarah yang tersisa, ada 16 bangunan yang dianggap memiliki nilai tinggi, di antaranya Hotel Mutiara yang didirikan tahun 1810, atau bekas asrama militer Belanda yang saat ini menjadi Kantor Satuan Lalu Lintas Polres Salatiga dan Rumah Dinas Komandan Korem 073 Makutarama.

Sementara itu, bangunan lain yang terinventarisasi merupakan rumah tinggal, perkantoran, tempat ibadah, atau fasilitas militer, termasuk bangunan eks-kantor Kodim 0714 Salatiga di Jalan Diponegoro. Bangunan-bangunan itu masuk inventarisasi karena berusia di atas 50 tahun dan memiliki kekhasan arsitektur atau nilai sejarah.

Kompas, 21 Desember 2009

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s