Imelda Francisca: Aku Ingin Majukan Pendidikan Indonesia!


Bagi seorang Imelda Fransisca, Miss Indonesia 2005, pendidikan jelas merupakan hal yang tidak bisa dikesampingkan. Oleh sebab itu, ia bercita-cita tinggi untuk memajukan pendidikan di Indonesia.

“Bagi saya, pendidikan dan informasi adalah sesuatu yang berperan penting dalam kehidupan,” tukasnya seusai didapuk sebagai duta pendidikan di Jakarta, Rabu (28/7).

Dalam sambutan penobatannya itu, Imelda mengaku memajukan pendidikan sudah menjadi cita-citanya sejak duduk di bangku kuliah. Ajaran dosen-dosennya di Amerika Serikat (AS) menyadarkan dirinya bahwa pendidikan memiliki peran yang signifikan dalam kehidupan, mulai dari pembentukan karakter, hingga tujuan hidup.

Sejak saat itulah, Imelda bertekad akan menciptakan perubahan pada pendidikan di Indonesia. “Saya berjanji pada diri sendiri bahwa, sepulang dari kuliah di Amerika saya tidak akan langsung menikah, tetapi akan berusaha memajukan pendidikan di In donesia,” ujarnya, tentang tekad dan cita-citanya.

Masa kecil
Meski cita-cita untuk memajukan pendidikan muncul saat duduk di bangku kuliah, Imelda menjelaskan bahwa masa kecilnya sedikit banyak berpengaruh pada cita-citanya. Di usia 9 tahun saat bersekolah di Singapura, Imelda kerap mendapat siksaan verbal ataupun fisik dari orangtua asuhnya. Tak jarang, kakinya memar karena dipukul berkali-kali dengan kayu rotan.

Ya, masa kecilnya memang dipenuhi dengan isak tangis dan rasa sakit. Siksaan itu pun masih terus berlanjut ketika ia sudah di Indonesia. Karena gemuk, Imelda bahkan sering diejek oleh teman-temannya.

Lantaran itu, ia mencoba untuk menurunkan berat badannya. Namun, yang terjadi justru ia menderita anoreksia.

Pengalaman adalah guru. Dari pengalaman-pengalaman tidak mengenakkan itulah, perlahan Imelda berubah menjadi pribadi yang kuat. Dukungan teman, keluarga, dan dosen juga mendorong dirinya untuk merubah diri. Pada puncaknya, Imelda menjadi semakin yakin pada pilihan dan cita-citanya untuk mengubah pendidikan di Indonesia.

Yayasan
Berbekal tekad dan cita-citanya, Imelda mulai mencoba melakukan perubahan. Upaya itu terutama setelah ia mendapatkan gelar ‘Miss Indonesia 2005’. Imelda mulai mendirikan yayasan untuk menolong anak-anak putus sekolah, mendirikan panti asuhan, terlibat dalam kegiatan-kegiatan sosial, serta menjadi moderator di beberapa acara pendidikan. Semua itu dilakukannya meski harus menghadapi banyak tantangan.

“Ketika mulai berusaha melakukan perubahan, banyak trial and error yang terjadi. Ternyata cukup susah juga mengurus anak-anak yang kurang mampu, melakukan pendekatan ke sekolah-sekolah, serta melakukan pembicaraan dengan orangtua anak. Saya sempat menangis karena banyaknya hal yang harus saya hadapi,” ujar Imelda.

Sekarang, dengan dinobatkannya dia menjadi duta pendidikan, ia ingin mencoba untuk lebih baik lagi dalam melakukan perubahan pendidikan di Indonesia. Dia ingin, pendidikan di Indonesia tidak sekadar mengajarkan sisi akademis, tetapi juga mengajarkan cara memanfaatkan informasi yang didapat di sekolah untuk menentukan tujuan hidup.

Selain hal di atas, Imelda juga berencana membangun semacam rumah untuk anak-anak tuna wisma dan tanpa pendidikan. Di situ, ia bisa membantu mewujudkan cita-cita mereka.

“Saya ingin mewujudkan cita-cita mereka, anak-anak itu, dan menyadarkan mereka bahwa mereka bisa menjadi apa saja yang mereka mau dan melakukan perubahan,” ungkap Imelda.

Kompas, 29 Juli 2009

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s