Suka Menggambar, Kenapa Tak Suka Mewarnai? (II-Habis)


Pada masa prasekolah, menggambar juga merupakan salah satu cara bagi anak mengomunikasikan imajinasinya.

Jadi, tak masalah jika anak hanya sukanya menggambar saja tanpa mau mewarnainya. Tetap dukung si anak menuangkan apa yang ada dalam pikiran/imajinasinya menjadi sebuah bentuk visual. Itulah proses kreatif.

Orangtua hendaknya senantiasa berusaha mengerti gambar apa yang mereka maksudkan. Jangan bertanya ataupun mengkritik hasilnya supaya anak tidak kecewa.

Sebetulnya, kemampuan anak dalam menggambar berkembang seiring dengan perkembangan usianya. Di usia 3 tahun, anak menggambar bentuk orang hanya berupa lingkaran besar yang dibubuhi mata, mulut, serta kedua kaki dan tangan yang langsung menempel pada lingkaran tersebut.

Saat usia 4 tahun, mulai ada keseimbangan pada gambar; bentuk orangnya kini mempunyai tungkai dan lengan. Di usia 5 tahun gambarnya mulai ada penambahan latar belakang di sekitar objek utama, seperti g ambar bunga, matahari, rumput, burung, dan sebagainya.

Pada masa prasekolah ini, sebetulnya, belum ada keinginan anak untuk memberi detail pada gambarnya. Ia belum sadar, bahwa karyanya adalah sebuah hasil seni. Ia mencoret mengenai apa yang ia inginkan, bukan apa yang dilihatnya. Apa yang mereka gambar belumlah proporsional sebagaimana gambar orang dewasa.

Biarkan mereka maju seiring dengan perkembangannya. Stimulasilah anak untuk tetap mau menggambar. Caranya dengan tidak memaksa anak untuk menggambar objek dengan realis.

Untuk memicu keinginan menggambar dapat dengan mendongeng/bercerita tentang pengalaman menarik. Apapun hasil karya si anak senantiasalah puji agar anak termotivasi, merasa bangga dan muncul rasa berprestasi atas hasil karyanya.

Jika orangtua mengkritik, salah-salah malah membuat anak malas, kecewa, dan takut untuk berekspresi lagi, lantaran merasa gambarnya tidak komunikatif/dimengerti oleh orang dewasa.

Bahasa Rupa Anak

Sering kali terjadi, anak selesai menggambar malas untuk mewarnai. Begitu pun mungkin sebaliknya, ada anak senang mewarnai saja dan tidak mau menggambar.

Memang, akan lebih baik jika keduanya mau dilakukan anak. Namun kembali lagi pada definisi “baik” mewarnai atau menggambarnya dalam konteks apa? Sebab, pembelajaran adalah sebuah input-proses dan output-hasil.

Jadi, jangan menilai dari hasilnya saja. Apalagi nilai berdasarkan standar orang dewasa. Pertimbangkan input (usia/perkembangan rupa anak, media, kesempatan, emosi/jiwa) dan proses saat berkreasi (gembira, menjiwai, menikmati).

Anak yang suka mewarnai saja belum tentu tak bisa menggambar. Hanya saja kesempatan menggambar yang diberikan kurang atau bahkan dihambat. Misalnya, hanya menyediakan buku mewarnai ketimbang memotivasi anak untuk menggambar. Apalagi bila pujian hanya muncul jika ia berhasil mewarnai dengan rapi tanpa melihat pentingnya kemampuan berimajinasi. Hal tersebut akan semakin menjauhi keinginannya untuk menggambar.

Sebetulnya, menggambar maupun mewarnai merupakan bahasa rupa anak. Sama-sama merupakan sebuah hasil bereksperimen, pembelajaran, dan penghayatan yang berbuah kreasi.

Itulah yang terjadi saat anak menggambar maupun mewarnai dimana anak belajar melalui bermain. Baik menggambar ataupun mewarnai, keduanya dapat meningkatkan kemampuan otak kanan, yang berkaitan dengan berekspresi dan berkesenian.

Sering kali kemampuan ini kurang diperoleh dari pelajaran di sekolah yang lebih cenderung menekankan pentingnya otak kiri (menghafal, mengingat). Orangtua maupun pendidik hendaknya menyadari, bahwa Tuhan telah menciptakan otak begitu sempurna dengan dua belahan (hemisfer) kiri dan kanan. Marilah, mulai menstimulasi “seluruh otak” anak baik pikiran dan perasaannya dengan merangsang kreativitasnya.

Kompas, 30 Desember 2009

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s