Ekspor Vaksin PT Bio Farma Mencapai Rp 737 Miliar


Nilai ekspor vaksin PT Bio Farma pada 2009 mencapai Rp 737,3 miliar atau naik 54,8 persen dibandingkan tahun 2008 sebesar Rp 476,2 miliar. Kendati mengalami dampak krisis krisis finansial global, permintaan vaksin selalu meningkat setiap tahun.

Kepala Bagian Humas PT Bio Farma Tedi Herawan, akhir pekan lalu, mengatakan, saat ini, ekspor vaksin telah dilakukan ke 110 negara. Sejumlah vaksin yang telah diekspor, antara lain, adalah vaksin polio, vaksin tetanus toksoid (TT), dan difteri tetanus pertusis (DTP).

”Seiring peningkatan produksi vaksin, permintaan ekspor tiap tahun juga selalu naik,” ujarnya.

Kenaikan nilai ekspor ini otomatis mendongkrak pendapatan badan usaha milik negara di bidang farmasi tersebut. Tedi menyebutkan, pada 2009 Bio Farma berhasil membukukan pendapatan dari penjualan vaksin, baik untuk ekspor maupun kebutuhan dalam negeri sebesar Rp 1,2 triliun. Nilai tersebut naik 46,1 persen di bandingkan tahun 2008 sebesar Rp 805,8 miliar.

Dari pendapatan ini, Bio Farma diperkirakan meraih laba bersih sebesar Rp 211,3 miliar. Tedi mengatakan, ada peningkatan nilai laba bersih sebesar 52,7 persen dibandingkan tahun 2008 yang nilainya Rp 138,4 miliar.

”Pencapaian positif pada tahun 2009 membuat kami optimistis memasuki tahun 2010,” katanya.

Menurut Tedi, ada dua jenis vaksin baru yang telah diluncurkan ke pasar, yakni tetanus difteri (Td) dan seasonal flu (Flubio). Untuk sementara, kedua produk vaksin itu akan difokuskan mencukupi kebutuhan dalam negeri. ”Melalui produk vaksin baru, diharapkan pasar di dalam negeri terus meningkat,” kata Tedi.

Dalam negeri naik

Pada 2009, penyerapan pasar vaksin dalam negeri naik sebesar 33,5 persen. Untuk 2010, ditargetkan omzet untuk ekspor dan penjualan dalam negeri tumbuh sekitar 11 persen.

Sebelumnya, Presiden Direktur PT Bio Farma Iskandar menyebutkan, produksi vaksin saat ini mencapai 1,2 miliar dosis per tahun. Dari jumlah tersebut, sekitar 40 persen vaksin untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan sisanya diekspor.

Khusus untuk vaksin influenza, kapasitas produksi Bio Farma sebesar 20 juta dosis per tahun. Namun, jumlah tersebut hanya bisa memenuhi 10 persen kebutuhan dalam negeri jika terjadi pandemi.

Untuk meningkatkan kapasitas produksi, perusahaan telah membangun instalasi pabrik vaksin yang ditargetkan mampu menghasilkan 20 juta-25 juta dosis vaksin influenza musiman, termasuk flu burung dan influenza A-H1N1 untuk manusia setiap tahun. Pembangunan pabrik yang menelan biaya Rp 1,3 triliun itu diharapkan mulai berproduksi penuh pertengahan 2010 mendatang.

Kompas, 04 Januari 2010

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s