Ingin “Berada di Puncak Dunia”, Tidurlah Lebih Awal


Orangtua tampaknya sudah lama benar! Tidur lebih awal adalah kunci untuk memperoleh tidur yang cukup dan membantu remaja merasa “berada di puncak dunia”, demikian laporan satu studi baru di Amerika Serikat.

Kurang tidur di antara remaja mungkin memicu depresi dan pikiran untuk bunuh diri, kata studi tersebut—yang dikerjakan oleh Columbia University Medical Center.

“Hasil kami sejalan dengan teori bahwa tidur yang tak memadai adalah faktor risiko bagi depresi, yang berkaitan dengan faktor lain perlindungan dan risiko melalui banyak jalur sebab-akibat sampai ke perkembangan gangguan gairah ini,” kata penulis utama studi tersebut, James Gangwisch.

“Karena itu, tidur berkualitas yang cukup dapat menjadi langkah pencegahan terhadap depresi dan pengobatan bagi depresi,” dia menambahkan di dalam studi yang disiarkan di dalam majalah Sleep, terbitan Jumat (1/1/2010).

Studi ters ebut mengikuti kebiasaan pada malam hari sebanyak 15.659 siswa dan mahasiswa, dan mendapati mereka yang secara rutin tidur setelah tengah malam menghadapi risiko 24 persen lebih tinggi untuk terserang depresi dibandingkan dengan mereka yang naik ke ranjang sebelum pukul 22.00.

Tukang begadang juga menghadapi risiko 20 persen lebih tinggi dalam menghadapi pikiran untuk bunuh diri, tambah studi tersebut.

American Academy of Sleep Medicine menyarankan, remaja mesti tidur setidaknya sembilan jam atau lebih setiap malam. Mereka yang naik ke tempat tidur sebelum pukul 22.00 melaporkan, mereka tidur rata-rata sekitar delapan jam dan 10 menit.

Namun, jumlah jam tidur merosot tajam bagi mereka yang naik ke ranjang setelah tengah malam.

Dan remaja yang tidur lima jam atau kurang setiap malam menghadapi 71 persen kemungkinan untuk terserang depresi dan 48 persen lebih besar untuk melakukan bunuh diri, kata studi itu.

“Sudah menjadi pendapat umum dan dugaan masyarakat bahwa remaja tak perlu tidur sama banyaknya dengan ketika mereka berusia sebelum remaja, tapi banyak studi menunjukkan, remaja sebenarnya memerlukan lebih banyak tidur,” kata Gangwisch.

“Beberapa studi telah mendapati bahwa remaja tidak tidur cukup awal untuk menggantikan dimulainya jam pelajaran sekolah yang lebih awal, dan peralihan ke dimulainya jam pelajaran lebih awal telah terbukti berkaitan dengan merosotnya waktu tidur bagi remaja,” katanya.

Kompas, 03 Januari 2010

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s