Cokelat Ampuh Redakan Batuk


TUBUH Anda bisa mengalami berbagai gangguan setiap waktu. Anda bisa saja terbangun dengan tenggorkan sakit pada saat harus melakukan presentasi, seafood-salad bisa meninggalkan Anda dengan gangguan pencernaan, atau aktivitas fisik berlebih di gym membuat Anda tiba di rumah dengan leher kaku. Mengingat beragam gangguan ini, tentunya akan sangat membantu jika Anda mempersenjatai diri dengan berbagai obat alami yang langsung bisa digunakan di rumah. Menurut pakar kesehatan, berikut beberapa bahan alami yang yang bisa mengatasi gangguan dengan cepat, aman dan efektif di rumah.

1. Redakan batuk

Manjakan diri Anda dengan satu atau dua petak cokelat gelap/ dark chocolate. Para peneliti menemukan, kandungan theobromine di dalam cokelat lebih efektif dibandingkan codeine dalam menekan batuk. Selain itu, kandungan cokelat ini tidak menimbulkan efek samping , rasa ngantuk dan konstipasi.

Untuk menenangkan batuk bengek yang membuat Anda terjaga sepanjang malam, cobalah 2 sendok teh madu (1 atau 2 sendok teh untuk anak-anak, jangan diberikan pada anak di bawah 1 tahun), bersamaan dengan 500 mg Ester C, 30 menit sebelum tidur.
Vitamin C (jenis Ester yang tanpa asam tidak akan mengganggu lambung) berfungsi meningkatkan sisitem imun pada awal batuk. Penelitian menunjukkan, madu bekerja lebih baik dibandingkan supressant batuk dalam meredakan batuk anak  pada malam hari dan membantu anak tidur nyenyak.

2. Redakan mual

Cobalah kripik jahe beku. Pertama, seduhlah jahe segar di dalam air panas. Kemudian saring, dan bekukan campuran di dalam cetakan es. Pecahkan petak es dan hisaplah untuk menjaga agar perut tetap nyaman sepanjang hari. Kandungan antimual di dalam jahe khususnya sangat efektif selama kehamilan dan setelah menjalani operasi.

3. Redakan sakit tenggorokan

Cobalah kumur-kumur 2 kali sehari dengan menggunakan segelas air hangat yang telah dicampur dengan 6 siung bawang putih yang telah dimemarkan. Sebuah studi menunjukkan, jus bawang putih segar mengandung komponen antimikroba yang berfungsi melawan bakteri penyebab rasa sakit. Cairan hangat ini bekerja meredakan jaringan yang meradang.

4. Lumpuhkan cegukan

Telanlah 1 atau 2 sendok teh gula pasir. Butiran kering gula bekerja menstimulasi dan memperbaki saraf yang teriritasi (penyebab kaku pada diafragma). Garam juga bekerja dengan cara yang sama, tapi rasa gula tentunya lebih lezat.

5. Turunkan demam

Minumlah teh bunga limau. Teh ini bekerja dengan 2 cara: menstimulasi hypothalamus agar mengontrol suhu dengan lebih baik dan melebarkan pembuluh darah, memicu hadirnya keringat. Rendamlah 1 sendok makan herbal bunga limau kering (biasanya tersedia di toko makanan kesehatan) dalam secangkir air panas selama 15 menit, kemudian minum. Minum 3-4 cangkir sehari. Jika masih demam setelah sehari minum teh, ada baiknya mencari bantuan medis.

6. Dinginkan luka bakar

Jika tanpa sengaja Anda membakar kulit, misalnya karena menyentuh sauce pan panas, cobalah mengoleskan gel lidah buaya ke area yang terbakar. Gel yang bersifat meredakan dan mengandung antiperadangan akan berperan sebagai kulit kedua untuk melindungi bagian kulit yang terbakar dari udara (yang mengiritasi ujung saraf yang terpapar).

7. Tenangkan perut kembung

Konsumsilah 2 kapsul peppermint bersalut enterik (masing-masing 500 mg) 3 kali sehari. Peppermint membunuh bakteri penyebab perut kembung dan merilekskan otot-otot usus sehingga proses pencernaan berjalan lancar dan bebas kejang. Lapisan enterik menjaga agar kapsul tidak terbuka di lambung (kapsul terbuka bisa meningkatkan ketidaknyamanan karena menyebabkan heartburn dan gangguan pencernaan). Peppermint selanjutnya akan lepas dan bekerja di bagian bawah saluran pencernaan, area yang paling memerlukan.

8. Hentikan bau kaki

Untuk menghilangkan aroma kaki yang mengganggu, rendamlah kaki Anda setiap malam di dalam campuran yang terdiri dari 2 bagian air dan 1 bagian cuka. Atau, bersihkan kaki Anda dengan merendamnya di dalam teh hitam yang pekat (dinginkan terlebih dahulu)
selama 30 menit. Kandungan tannin dalam teh akan membunuh bakteri dan penutup pori-pori di kaki, sehingga menjaga agar kaki tetap kering lebih lama (bakteri cenderung tumbuh subur di lingkungan yang lembab). Anda bisa melihat hasilnya dalam hitungan hari hingga seminggu. Tapi, pastikan merendam kaki hanya saat kaki bebas luka.

Media Indonesia, 24 November 2009

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s