Kaus Kaki Katun Picu Blister


BLISTER atau lepuhan di kaki terbentuk saat kulit bergesekan dengan permukaan benda lain seperti sepatu atau sandal, dan menyebabkan retakan. Pertama, robekan terjadi di dalam lapisan atas kulit (epidermis), membentuk ruang di antara lapisan, dengan lapisan permukaan tetap utuh. Selanjutnya cairan akan meresap ke dalam ruang di antara kulit, membentuk gelembung di kulit kaki, sehingga membuat Anda kesakitan mengenakan sepatu atau sandal. Bagaimana cara mengatasi dan mencegahnya? Berikut uraiannya untuk Anda.

Pencegahan

Jaga kaki sekering mungkin. Kulit yang lembab (agak basah) merupakan pemicu blister. Tekanan permukaan yang diciptakan lapisan air tipis akan menahan sel-sel kulit bersama, menghambat pergerakan mereka, sehingga meningkatkan efek retakan.  Karena itu, usahakan selalu menjaga agar kaki tetap kering. Jika tidak bisa dihindarkan, akan lebih baik kulit dalam kedaan benar-benar basah daripada sedikit lembab.

Kenakan sol dalam. Sol dalam yang tersedia di pasaran, mengandungan closed-cell neoprene yang bermanfaat untuk mengurangi retakan pada permukaan kulit. Hasil penelitian menunjukkan, sol dalam bisa membatasi blister.

Cobalah kaos kaki yang tebal. Anda bisa menggunakan kaos kaki berlapis yang bisa menyerap cairan dan mencegah blister. Hindari kaos kaki dari katun, karena bahan katun akan menahan keringat dekat di kulit sehingga melembutkan dan membuat kulit lebih berisiko mengalami blister.

Pilih sepatu yang tepat. Sepatu yang terlalu ketat akan menambah tekanan ke kaki, sehingga mendorong pembentukan blister. Di sisi lain, sepatu yang terlalu longgar juga meningkatkan gerakan kaki dan frekuensi terjadinya gesekan sehingga memicu blister.  Selain itu, cobalah mengenakan sepatu bergantian. Padukan berbagai jenis sepatu. Dengan begitu, kaki Anda akan beristirahat dan tidak selalu tergesek di area yang sama.

Pengobatan

Pengobatan khusus untuk mengatasi blister bergantung pada ukuran dan keutuhan permukaan kulit. Sebagian besar blister bisa Anda tangani sendiri di rumah, kecuali jika blister mengalami infeksi, terjadi berulang, dan terjadi di area yang tidak biasanya. Berikut beberapa langkah yang perlu Anda lakukan:

Pertama, bersihkan blister dengan menggosokkan alkohol atau sabun antiseptik dan air. Kemudian panaskan peniti yang bersih/steril di atas nyala api hingga peniliti berubah warna menjadi merah. Kemudian dinginkan sebentar sebelum digunakan untuk menusuk dan menciptakan lubang kecil di pinggir blister.

Keringkan cairan di dalamnya dengan cara menekan perlahan-lahan. Kemudian oleskan salep antibiotik seperti bacitracin dengan polymyxin B (salep dengan antibiotik ganda) atau bacitracin saja. Hindari salep yang mengandung neomycin karena cenderung memicu reaksi alergi.

Kemudian, tutuplah blister dengan perban. Ganti perbannya setiap hari atau bisa lebih sering jika basah, kotor, atau longgar.

Media Indonesia, 01 Desember 2009

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s