Kedelai Kurangi Risiko Kanker Payudara


KONSUMSI kedelai jumlah sedang secara teratur membantu menurunkan risiko kematian dan kembalinya kanker pada perempuan penderita kanker payudara. Selain itu, hubungan antara kedelai dan pengurangan risiko kematian tetap berlaku pada perempuan dengan kanker reseptor estrogen positif dan perempuan yang menggunakan tamoxifen.

“Kami menemukan bahwa perempuan dengan sejarah kanker payudara yang mengonsumsi makanan dari kedelai jumlah sedang memiliki prognosis yang lebih baik. Mereka mengalami pengurangan angka kematian dan kemunculan kanker kembali,” tutur penulis studi Dr. Xiao Ou Shu dari Vanderbilt University Medical Center di Nashville, Tennesse, seperti dikutip situs healthday.

Sebelumnya, kandungan fitoestrogen di dalam kedelai diduga meningkatkan risiko kanker payudara atau memperburuk prognosis pada perempuan yang telah terdiagnosis penyakit tersebut.

Akan tetapi, temuan Shu ini menyangkal dugaan tersebut. Studi yang dilakukan Shu dan teman-temannya menemukan bahwa kedelai pada dasarnya mengurangi ketersediaan estrogen alami dengan cara melekatkan diri ke reseptornya.

“Dalam studi ini, kami menemukan bahwa makanan kedelai mempunyai efek yang sangat sama dengan tamoxifen,” tambah Shu.Tamoxifen merupakan obat yang menghadang aksi estrogen di dalam tubuh, sehingga bisa membatu mengatasi kanker yang dipicu oleh estrogen.

Pilihan makanan

Dalam stdui ini, Shu melibatkan lebih dari 5,000 perempuan China yang sebelumnya telah terdiagnosis kanker payudara antara 2002 dan 2006. Para partisipan berusia 20-75, dengan mayoritas berusia antara 40 dan 60 saat terdiagnosis.

Para peneliti mengumpulkan informasi mengenai diagnosis dan penanganan kanker, faktor gaya hidup (termasuk diet) dan perkembangan penyakit setelah 6 bulan terdiagnosis dan setelah 1,5, 3, dan 5 tahun diagnosis.

Perempuan dengan asupan kedelai tertinggi mengalami 29 persen pengurangan risiko kematian dan 32 persen pengurangan risiko munculnya kanker kembali, dibandingkan mereka yang makan kurang dari 5.3 gram kedelai per hari.”Ada respon linear, semakin tinggi asupan semakin rendah angka kematian, hingga 11 gram protein kedelai.” Setelah mencapai 11 gram, lanjut Shu, manfaat tidak akan bertambah, tapi tidak menurun. Sebelas gram protein kedelai setara dengan seperempat cangkir tahu setiap hari.

Dari mana sumber protein kedelainya? Perempuan China, terang Shu, cenderung mendapatkan kedelai dari sumber-sumber alami, seperti tahu, edamame atau susu kedelai tanpa pemanis dibandingkan tipe makanan kedelai olahan yang seringkali ditambah pemanis. Selain itu, imbuh Shu, perempuan China juga kemungkinan mengganti pilihan makanan yang kurang sehat, seperti daging merah, dengan kedelai.

Media Indonesia, 13 Desember 2009

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s