Scanner Terlalu Canggih Bikin Risi


TEKNOLOGI terbaru scanner (pemindai) yang mampu mencegah penumpang menyusupkan barang terlarang ke kabin pesawat menemui kendala etika.

Pasalnya, scanner tersebut dinilai ‘menelanjangi’ sehingga menampilkan bentuk badan para penumpang di layar kaca para petugas bandara. Akibat kekhawatiran privasi ini, scanner tersebut hanya baru terpasang di sejumlah kecil bandar udara di seluruh dunia.

Asal tahu saja, scanner hebat itu baru terpasang di 19 bandara di AS. Namun, pemerintah di negara Uni Eropa masih melarang penggunaannya. Kerisauan terhadap teknologi berharga sekitar US$190 ribu per unitnya tersebut sebagian besar datang dari kalangan aktivis lembaga swadaya masyarakat.

Alhasil, parlemen AS pun sepakat untuk melarang penggunaannya secara massal. Melalui proses voting, lebih dari 70 persen anggota parlemen AS menyatakan untuk tidak dulu menggunakan scanner untuk sementara waktu karena alasan privasi.

Di sisi lain, ada juga beberapa pihak yang menyetujui penggunaan scanner tersebut. “Padahal, scanner tubuh tersebut jelas sangat membantu dalam hal pencegahan masuknya benda terlarang, termasuk bom ke dalam kabin pesawat,” ujar Kepala Asosiasi Pilot Belanda Evart van Zwol.

Hal senada juga diungkapkan Badan Keamanan Transportasi AS (TSA). Menurut TSA, scanner itu jelas dibutuhkan. Soalnya, kini banyak benda terlarang yang tidak sanggup lagi terdeteksi oleh metal detector. “Kami membutuhkan scanner yang mampu mendeteksi adanya bahan peledak terbuat dari plastik atau kimia serta senjata api yang tidak terbuat dari besi,” ujar TSA yang merupakan bagian dari Departemen Keamanan Dalam Negeri AS.

Media Indonesia, 30 Desember 2009

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s