Babel Jadi Bali Kedua?


SELAIN kaya timah, Bangka Belitung menyimpan keelokan alam yang memukau. Hasrat menjadikan Negeri Laskar Pelangi ini sebagai Bali kedua,pun rasanya tidak berlebihan.

Kesuksesan novel Laskar Pelangi dan Sang Pemimpi karya Andrea Hirata tak dimungkiri turut mendongkrak popularitas Provinsi Bangka Belitung (Babel).Apalagi ketika novel ini difilmkan dengan judul sama, kian banyak masyarakat di luar Babel yang penasaran ingin menjelajah kecantikan alam dan pantai di Babel, terutama Belitung atau yang kerap disebut Belitong oleh masyarakat setempat. Sejak itu, Belitung lekat dengan julukan Negeri Laskar Pelangi. Jika Anda bertandang ke Belitung dengan menaiki pesawat misalnya, papan bertuliskan “Selamat Datang di Negeri Laskar Pelangi” langsung menyambut begitu tiba di Bandar Udara (bandara) Hanandjoeddin di Tanjung Pandan, Belitung.

Alex, salah seorang staf pemerintah daerah Belitung, mengakui setelah meledaknya film Laskar Pelangi, angka wisatawan dan hunian hotel di Belitung meningkat. Guna mendongkrak arus wisatawan ke Babel, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar) Jero Wacik meresmikan Visit Bangka Belitung (Babel) Archipelago 2010, Senin (28/12/2009) malam. Adalah Pantai Tanjung Pendam Belitung, di mana ruh kepariwisataan itu ditiupkan dengan disaksikan pejabat pemerintah setempat dan tak kurang seratus ribu warga Belitung. Pesta kembang api nan meriah, tarian tradisional setempat, dan acara nonton bersama (nobar) film Sang Pemimpi disambut antusias.

Apalagi, malam itu seluruh pemain inti beserta sutradara dan produser film Laskar Pelangi dan Sang Pemimpi turut hadir, tak terkecuali Andrea Hirata yang juga putra asli Belitung. “Banyak orang yang penasaran ingin melihat bagaimana Belitung. Daerah ini sangat menjanjikan karena didukung dengan alam yang indah, kondisi keamanan yang kondusif,dan masyarakatnya juga lebih banyak senyumnya daripada marahnya,”ujar Menbudpar. Diresmikannya Visit Babel Archipelago 2010, lanjutnya, diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan sehingga menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat pasca memudarnya kejayaan timah di propinsi ini.

Berkaca dari kesuksesan Bali sebagai salah satu tujuan wisata utama, Menbudpar menilai Babel memenuhi lima unsur persyaratan destinasi unggulan. Yakni kondisi alam pantainya yang menarik, kebudayaan dan etnik beragam namun tetap rukun, masyarakatnya yang ramah dan murah senyum, makanan yang beragam dan enak, serta harga yang berani bersaing. “Kalau masyarakat dan pejabatnya kompak dan serius menggarap Visit Babel Archipelago 2010 ini,kami optimis ke depannya Babel bisa menjadi calon Bali berikutnya,”tandasnya.

Pernyataan tersebut diamini Gubernur Babel Eko Maulana Ali. Jika pada 1973 di Bali pernah diadakan program BTDC (Bali Tourism Development Corporation), pihaknya berencana menerapkan konsep yang hampir sama di Belitung dengan nama Bel TDC (Belitung Tourism Development Corporation). “Misi kami adalah menjadikan Belitung menjadi Bali yang kedua alias Bali Two (baca: Balitu),”ujarnya sumringah. Eko menambahkan, saat ini sudah terdapat 15 penerbangan menuju Babel,yakni Jakarta–Pangkal Pinang (11 penerbangan), Jakarta–Tanjung Pandan (tiga penerbangan), dan Palembang– Pangkal Pinang (1 penerbangan).

Maskapai penerbangan Garuda juga dikabarkan akan terbang ke Babel minimal pertengahan tahun ini. Sebagai langkah menyedot wisatawan mancanegara (wisman), pemerintah daerah Babel sedang berhitung apakah Tanjung Pandan atau Pangkal Pinang yang akan dipilih sebagai bandara internasional. Sejumlah hotel sebagai penunjang pariwisata juga tengah gencar dibangun, di antaranya Santika, Novotel, dan Aston. “Kami harap akan tersedia minimal 1000 kamar untuk menampung wisatawan,”sebut Eko.

“Selain berupaya menjaring investor, perbaikan infrastruktur juga terus kami lakukan.Misalnya pelebaran jalan, pembangunan jaringan listrik yang baru, serta peningkatan kondisi keamanan,” timpal Bupati Belitung Darmansah Husein. Selain sederetan pantai yang indah seperti Pantai Tanjung Tinggi dan Tanjung Kelayang,Belitung juga punya bukti kekayaan sejarah yang tersimpan di museum pemerintah Kabupaten Belitung.

Di dalamnya terdapat berbagai benda antik seperti keris, setrika kuno, uang kuno, batu hitam, serta aneka keramik dari berbagai zaman dinasti kuno. Menbudpar mengatakan,museum adalah bagian dari jati diri bangsa karena di dalamnya tersimpan benda-benda ataupun dokumen bersejarah yang mengiringi perjalanan suatu bangsa.

Untuk itu, keberadaan museum haruslah dijaga dan dilestarikan. Pihak Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbudpar) juga akan merevitalisasi museum dan telah mencanangkan Tahun Kunjung Museum 2010.

Harian Seputar Indonesia, 01 Januari 2010

Iklan

2 pemikiran pada “Babel Jadi Bali Kedua?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s