Hindari Lima Pemicu Naiknya Berat Badan


FORMULA sukses menurunkan berat badan ternyata cukup sederhana. Anda hanya perlu  membakar lebih banyak energi dibandingkan jumlah asupan energi dari makanan.

Misalnya Anda akan menghilangkan 0,5 kilogram lemak setiap kali Anda makan 3500 kalori lebih sedikit dibandingkan kalori yang dibakar tubuh. Untuk mencapai ini, Anda tidak perlu perlu hitungan pasti asupan kalori yang dibakar atau yang Anda konsumsi. Anda akan menurunkan berat badan sepanjang Anda bisa memperhitungkan dengan tepat bahwa asupan kalori Anda lebih sedikit daripada yang dibakar tubuh.

Meskipun kedengarannya sangat sederhana, namun banyak pelaku diet yang kembali mengalami penambahan berat badan. Untuk membantu Anda mencegahnya, berikut beberapa faktor pemicu yang umum mengundang naiknya berat badan.

Faktor biologis. Berat badan Anda turut dipengauhi oleh gen. Sejauh ini, lebih dari 300 gen dikaitkan dengan obesitas. Tempat penyimpanan lemak, pengaturan insulin, jumlah hormon yang dikeluarkan tubuh serta berbagai proses lainnya dipengaruhi oleh gen. Dengan cara yang sama, pengaturan selera makan juga kompleks. Jenis makanan yang Anda konsumsi dan cara Anda mengonsumsinya turut mempengaruhi selera makan. Sebagai contoh: pengatur rasa kenyang jangka pendek adalah cholecystokinin (CCK). Saat mengonsumsi lemak atau protein, CCK akan dilepaskan, memperlambat proses pencernaan. Yang lebih menarik lagi, serat larut bisa memperlambat pemecahan CCK, sehingga membuat Anda kenyang lebih lama.

Harapan yang tidak realistis. Hasil review ilmiah menunjukkan bahwa pengurangan 10 persen dari berat badan dalam waktu 6 bulan seharusnya menjadi target maksimum penurunan berat badan awal. Setelah 6 bulan, Anda sebaiknya mengevaluasi ulang. Secara umum, menurunkan berat badan secara perlahan akan membantu tubuh menyesuaikan diri dengan perubahan dan mengurangi reaksi kontra. Mempertahankan berat badan memerlukan usaha yang sama (diet dan olahraga) dengan program penurunan berat badan. Pada faktanya, sebagian besar orang memerlukan olahraga lebih banyak untuk mempertahankan berat badan dibandingkan saat menurunkan berat badan.

Pola diet. Perempuan cenderung menggunakan diet yo-yo untuk menurunkan berat badan, padahal diet ini mendatangkan lebih banyak efek negatif dari pada positif. Menghindari makan untuk menurunkan berat badan akan membuat Anda keranjingan dan memicu makan berlebih saat jam makan berikutnya. Selain itu, cara ini memperlambat metabolisme yang justru mencegah penurunan berat badan. Diet rendah karbohidrat menyebabkan penurunan berat badan karena membatasi energi. Diet ini pada dasarnya membuat tubuh kekurangan nutrisi dan memicu gangguan metabolisme tubuh.

Aktivitas fisik. Latihan fisik sangat penting dalam menurunkan berat badan jangka panjang. Masalahnya, sebagain besar orang seringkali menerapkan cara yang salah. Banyak orang yang sangat antusias di awal masuk gym, berlatih terlalu keras, kelelahan hingga akhirnya berhenti sama sekali.

Dukungan. Semua orang memerlukan dukungan dan dorongan agar bisa menurunkan dan mempertahankan berat badan ideal. Studi-studi menunjukkan bahwa sangat sulit mempertahankan perubahan diet tanpa dukungan orang-orang di sekitar Anda.

Media Indonesia, 26 Desember 2009

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s