Kerajinan Purbalingga Kalah Bersaing dengan China


Perajin handycraft berbahan baku bambu di Purbalingga, Jawa Tengah, mengaku kalah bersaing dengan kerajinan bambu dari Cina, karena kerajinan bambu dari China lebih halus, rapi, dan harganya lebih murah.

Salah seorang perajin bambu dari Desa Klapasawit, Kecamatan Kalimanah, Purbalingga, Arif Purnomo, 37, mengatakan saat ini jumlah produksi kerajinan miliknya semakin menurun.

“Tiap bulan tidak tentu. Dari awal Januari sampai sekarang, baru mendapat pesanan 10 set nampan yang terbuat dari bambu. Padahal, ketika masa jaya dulu, sebulan saya bisa
memasok sampai 2.000 nampan ke Yogyakarta. Sebagian dijual di Kasongan, sebagian lagi diekspor ke Eropa,” kata Arif, Kamis (7/1).

Namun, dengan masuknya produk dari China, kerajinan produksi lokal tersingkir. Sebab, katanya, produk China lebih menarik, halus dan bagus. Apalagi harganya lebih murah sekitar 10% dari harga produk lokal. Oleh karena itu, banyak konsumen memilih produk dari China ketimbang lokal.

“Untuk harga kerajinan jenis yang hampir sama, produk lokal harganya Rp20 ribu. Produk
China bisa Rp17 ribu sampai Rp18 ribu. Padahal, produk lokal garapannya lebih kasar,” ujar Arif.

Ia tidak tahu mengapa harga produk dari China bisa lebih murah bila dibandingkan dengan produk lokal. Padahal, produksi lokal menggunakan bahan-bahan lokal juga, tidak ada yang impor. “Apalagi produksi China lebih halus karena garapannya mungkin menggunakan mesin. Kalau sudah begitu, mau bersaing bagaimana lagi,” katanya.

Perajin lainnya, Aris Driyono, 35, juga mengakui kerajinan kapal pinishi berbahan baku bambu buatannya kini tidak dipasarkan ke daerah lainnya karena sulit. “Memang pernah dibawa ke
Jakarta atau Yogyakarta, tetapi tidak banyak. Kami juga hanya melayani pemesanan. Harga kapal berbahan baku bambu itu berkisar antara Rp30 ribu hingga Rp250 ribu per buah tergantung ukurannya,” jelasnya.

Media Indonesia, 07 Januari 2010

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s