Tujuh Kebiasaan Kecil Pengganggu Kesehatan


BUKAN rahasia lagi bahwa menerapkan gaya hidup sehat seringkali dirasakan memerlukan terlalu banyak waktu. Survei yang dilakukan American Public Health Association menemukan, 34 persen orang dewasa menyatakan terlalu sibuk sehingga tidak bisa melakukan hal-hal yang baik bagi kesehatan, seperti makan sehat dan olahraga teratur.

Apakah Anda salah satu diantaranya? Ada baiknya mulai mengubah gaya hidup Anda. Pasalnya banyak kebisaan-kebisaan sederhana yang mungkin seringkali Anda abaikan tetapi bisa mengganggu kesehatan dalam jangka panjang. Berikut beberapa kebiasaan buruk dan alternatif sehat yang bisa menjadi pilihan Anda.

Lupa flosssing di malam hari

Kelelahan sepanjang hari mungkin saja membuat Anda melupakan flossing. Padahal, dengan hanya menyikat gigi, Anda masih meninggalkan 40 persen permukaan gigi yang belum tersentuh. Flossing bisa mencapai area sudut dan celah gigi yang tidak tersentuh sikat. Dan melakukan flossing di malam hari (saat bakteri penyebab plak meningkat) merupakan pertahanan pertama Anda dalam melawan penyakit gusi, kerusakan gigi, dan bau nafas.

Lain kali: Berjanjilah pada diri Anda untuk melakukan flossing di malam berikutnya. Idealnya, Anda melakukan flossing setiap malam. Tapi, terang Presiden American Academy of Periodontology Gordon L. Douglass, DDS, flossing selang sehari masih bisa diterima sepanjang dilakukan secara menyeluruh dan Anda tidak memiliki sejarah keluarga penderita penyakit gusi.

Tidur dengan Lensa Kontak

Tidur dengan mengenakan lensa kontak akan menghambat aliran oksigen yang sangat diperlukan kornea untuk tetap sehat.”Saat tidur menutup mata, kondisinya akan semakin parah,” ujar  Thomas L. Steinemann, MD, dari Case Western Reserve University, seperti dikutip situs prevention.

Lain kali: Beralihlah ke lensa kontak silikon hidrogel, yang memungkinkan lebih banyak oksigen masuk ke mata. Menurut sebuah studi yang dipulikasikan di British Journal of Ophthalmology, tidur dengan jenis lensa kontak silikon hidrogel mengurangi risiko infeksi hingga 5 kali lipat dibandingkan lensa kontak tradisional.”Pilihan paling aman adalah melepaskan lensa di malam hari, tapi jika menganggap aktivitas ini mengganggu, ada baiknya menggunakan teknologi baru ini,” terang Steinemann.

Tidak membersihkan make up

Tidur dengan membiarkan foundation masih menempel di wajah akan menutup pori-pori, yang bisa memicu munculnya komedo dan jerawat. Selain itu, serpihan maskara bisa masuk ke mata saat Anda tidur dan menyebabkan rasa sakit akibat abrasi kornea mata.

Lain kali: Pastikan selalu menempatkan pad pengangkat make up di area yang mudah dijangkau.

Lebih memilih jus dibandingkan buah

Kesibukan membuat Anda memilih hal-hal yang praktis, termasuk mengesampingkan buah dan memilih jus buah kemasan.”Sebagian besar jus di pasaran, bahkan yang dilengkapi dengan label 100% jus, masih sama saja dengan soda pop,” tutur Elizabeth Somer, RD. Jus ini seringkali dipenuhi dengan gula dan kurang kandungan serat buah yang membantu mengenyangkan.

Lain kali: Jika harus mengonsumsi jus, paling tidak pilihlah jus dengan kandungan nutrisi terbaik.”Jus 100% jeruk yang diperkaya dengan kalsium dan vitamin D merupakan pilihan saya,” ujar Somer.

Jalan-jalan dengan sepatu hak tinggi

Untuk jarak pendek, high heels mungkin bisa ditoleransi. Tapi jika hendak jalan hingga hitungan jam, berarti Anda mengundang masalah.”Sol sepatu hak tinggi tidak didisain untuk jalan jarak jauh, dan semakin tinggi tumitnya akan semakin parah,” imbau mantan Presiden American Academy of Podiatric Sports Medicine Stephen M. Pribut, DPM.

Lain kali: Pastikan selalu menyediakan sepatu karet baik di bawah meja kerja atau mobil Anda. Dengan begitu, kaki Anda memiliki teman jalan yang baik setiap kali Anda ingin berjalan jauh.

Kenakan sunscreen sekali sehari

Meskipun Anda melapisi seluruh tubuh dengan sunscreen yang dianjurkan, Anda tetap harus mengoleskan ulang paling tidak setiap 2 1/2 jam sekali. Studi-studi menunjukkan, kulit Anda berisiko lebih besar terbakar jika tidak menerapkan cara ini.
Paparan sinar matahari berlebih, selain menyebabkan kerutan, bintik hitam dan kulit kasar juga berpotensi memicu kanker kulit.

Lain kali: Pilihlah sunscreen yang mengandung oksida seng dan pastikan memakainya beberapa kali sehari.

Menggigit kuku yang patah

Selain membahayakan kesehatan, cara ini akan memperburuk penampilan kuku.”Saat menggigit kuku, Anda berisiko memindahkan organisme penyebab infeksi antara mulut dan jari-jari Anda,” ujar Emmanuel Robert Loucas, MD, seorang dermatologist dari New York City.”Hal ini bisa menyebabkan infeksi bakteri dan jamur pada kuku.

Lain kali: Pastikan menempatkan gunting kuku di temapt-tempat seperti meja kerja, mobil, di dompet, atau di laci dapur. Dengan begitu, Anda bisa langsung menangani dengan cara tepat saat kuku Anda patah.

Media Indonesia, 10 Desember 2009

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s