Waspada,Virus Selalu Cari Celah


ANCAMAN virus semakin ganas di 2009.Beragam cara dijalankan penjahat cyber,mulai menyusup ke akun Facebook,hingga menawarkan software keamanan palsu.

Tahun 2009 menjadi bukti bagaimana para penjahat di dunia maya sedang panas-panasnya, tertawatawa, dan mengerlingkan mata pertanda puas kepada user internet. Tak hanya banyak ditemukan virus baru, beragam cara juga mulai terbaca oleh beberapa antivirus papan atas dunia. Symantec dengan produk Norton Antivirus membeberkan temuan- temuan menakjubkan seputar kejahatan dunia maya.Perusahaan antivirus ternama asal AS itu mengungkapkan bahwa antara September dan Oktober 2009, secara ratarata, lebih dari 2% email spam mengandung malware.

Cukup menakjubkan, karena angka itu ternyata sudah mengalami peningkatan sembilan kali lipat dari sisi jumlah pesan spam yang mengandung malware. Para peneliti Symantec melihat rata-rata lebih dari 200 juta serangan setiap bulan, yang sebagian besar merupakan ancaman yang belum pernah ditemukan dan dikirim melalui internet. Meski Symantec menciptakan hampir 1,8 juta definisi virus baru, fakta menunjukkan bahwa pendekatan signaturedan metode-metode tradisional lainnya tidak mampu mengimbangi jumlah ancaman yang diciptakan para penjahat online.

” Melihat volume sistem yang terinfeksi di dunia,satu hal yang sangat jelas, perlindungan keamanan dasar tidak cukup baik,” kata Rowan Trollope,senior vice president,Consumer Business Unit,Symantec. Itulah sebabnya,Symantec berusaha keras menciptakan metode perlawanan baru, dengan proteksi baru yang diberi kata sandi ”Quorum”. ”Kami memperkenalkan standar baru yang mempertimbangkan kembali seluruh aspek perlindungan. Dengan ’Quorum’ kami dapat menghentikan para penjahat cyber,meskipun kami belum pernah melihat bentuk ancaman mereka sebelumnya,” imbuh Trollope.

Pernyataan Trollope dipertegas dengan apa yang dikatakan Chief Executive Officer (CEO) Kaspersky Lab Eugene Kaspersky. Bahwa ”perlombaan senjata” antara produsen antivirus dan para penjahat cybertidak akan pernah berhenti. ”Sebelum 2007, sampel malwarebaru yang terdeteksi oleh Kaspersky berjumlah ratusan ribu.Pada 2007, sebanyak dua juta program jahat baru dapat terdeteksi. Pada 2008,Kaspersky berhasil mengumpulkan 17 juta program jahat baru dari seluruh dunia,”ujar Kaspersky. Tren lain yang Kaspersky lihat adalah peningkatan kompleksitas malware.Para penjahat komputer menginvestasikan banyak waktu dan uang untuk menciptakan virus berteknologi tinggi.Mereka rupanya berhasil.

Kaspersky menegaskan, satu-satunya motivasi para penjahat melakukan serangan cyberadalah uang. Ada lagi.Tren penyerangan tahun lalu, dan juga kemungkinan besar tahun ini,masih berkutat pada situs-situs jejaring sosial. Situs yang digandrungi semacam Twitter dan Facebook adalah lahan basah untuk cyber criminal dalam menjalankan aksinya.Yang lebih mengerikan lagi, software Adobe masih menjadi target utama penyerangan melalui malware di tahun 2010 nanti. Ramalan-ramalan itu bersumber pada laporan yang dikeluarkan perusahaan antivirus McAfee. Selain Adobe,produk-produk keluaran Microsoft lain juga tetap menjadi favorit para pembobol.

Selain karena menjadi penguasa pasar web browser,Microsoft juga memegang dominasi sistem operasi. Namun seiring makin populernya Mac OS X,dia juga tak lepas dari target serangan, begitu juga dengan Firefox dan Chrome.”Adobe, Apple,dan semua vendor mayor telah menjadi target,terkait perkembangan dan keberadaan mereka yang ada di mana-mana,” ujar Stuart McClure, Senior Vice President of Risk Management Product Development McAfee.

Jadi, garis besar dari pernyataan Stuart adalah, jangan pernah beranggapan bahwa pengguna Mac akan selamanya terbebas dari virus. Karena mungkin tahun 2010 virus baru yang menyerang sistem operasi Snow Leopard akan menghantui. Satu lagi yang juga tren di 2009, maraknya software keamanan pura- pura alias antivirus palsu.Mungkin banyak dari Anda yang baru mendengar.Tapi inilah kenyataannya. Produsen software terbesar di dunia Microsoft Corp mengungkap, para penjahat cybermenggunakan sebuah modus operandi baru untuk menyusupkan program- program jahat (malware) ke dalam sistem korban.

Microsoft menyebut modus operandi baru itu sebagai scareware, yang maknanya kurang lebih adalah alat untuk menakut-nakuti. Praktiknya, ketika korban mengakses situs-situs tertentu,penjahat memberikan peringatan palsu yang menyatakan komputer korban telah terinfeksi malware. ”Kami terus melihat peningkatan jumlah ancaman dan kompleksitas ancaman-ancaman tersebut. Ancaman-ancaman ini dirancang untuk melakukan tindak kejahatan dalam berbagai level,” ujar General Manager Malware Protection Center Microsoft Corp Vinny Gullotto.

Banyak antivirus mengidentifikasi aplikasi yang secara jelas menipu. Mereka berpura-pura menjadi software keamanan asli yang cukup meyakinkan dalam banyak hal. So, kini memang sudah sewajarnya berhati-hati. Praktik baru kerap dimunculkan para penjahat cyberdemi kepuasan dan uang.Gunakanlah antivirus terpercaya, hingga membuat Anda tenang selama berselancar.

Harian Seputar Indonesia, 05 Januari 2010

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s