Dinpar Kalsel Telusuri Tengkorak Demang Lehman ke Belanda


Dinas Pariwisata Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata segera menelusuri keberadaan tengkorak Demang Lehman yang kabarnya tersimpan di Museum Leiden di Belanda.

“Februari 2010 ini tim Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata akan berangkat ke Belanda memastikan apa benar tengkorak Demang Lehman ada di negara tersebut,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kalsel Bihman Mulyansah di Banjarmasin, Minggu.

Menurut dia, informasi tentang keberadaan tengkorak Demang Lehman masih simpang siur, sehingga untuk memastikannya perlu upaya untuk menelusurinya langsung ke museum tempat tengkorak pahlawan Kalsel tersebut disimpan.

Kenapa harus pemerintah pusat, kata dia, karena urusannya sudah antar negara, sehingga secara regulasi, daerah tidak bisa melakukan sendiri.

Kalau ternyata tengkorak panglima perang dalam perang Banjar itu benar tersimpan di musium Belanda, maka pihaknya akan berupaya untuk menjemputnya.

“Selanjutnya akan kita kubur sebagaimana layaknya seorang pahlawan,” katanya.

Pernyataan Bihman tersebut menjawab pertanyaan beberapa warga seandainya benar terngkorak tersebut ada, apakah harus ditaruh di musium atau dikuburkan.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) Rosehan NB juga berjanji segera ?menjemput? tengkorak Demang Lehman ke Belanda.

Menurut Wagub kala itu, dia menerima kabar dari salah seorang arkeolog asal Yogyakarta, yang mengatakan bahwa kepala Demang Lehman masih tersimpan di salah satu museum di Belanda.

Saat itu, kata dia, arkeolog tersebut meminta kepada pejabat museum setempat untuk mengambil tengkorak itu untuk dibawa pulang ke Indonesia sebagai bukti peninggalan sejarah.

Tetapi kata dia, keinginan tersebut ditolak karena pihak museum hanya mau menyerahkan tengkorak tersebut jika diambil langsung oleh pejabat publik daerah asal Demang Lehman.

“Mungkin ketentuan tersebut dimaksudkan agar ada pertanggungjawaban yang jelas sehingga tidak sampai hilang atau dimanfaatkan untuk hal-hal yang tidak semestinya,” katanya.

Untuk itu, kata Wagub, pihaknya akan segera menelusuri sejarah dan kebenaran tentang keberadaan tengkorak kepala pejuang yang menjadi kebanggaan warga Kalsel.

Selain menelusuri keberadaan tengkorak tersebut, Wagub juga berjanji segera melakukan penelusuran terhadap situs-situs sejarah, untuk mengetahui di mana Demang Lehman dimakamkan.

Hingga kini tidak ada masyarakat yang mengetahui makam pejuang yang dikenal sangat sakti dan tabah pada masanya itu.

Menurut Wagub, berdasarkan sejarah, Kiai Demang Lehman adalah salah seorang panglima perang dalam Perang Banjar.

Gelar Kiai Demang merupakan gelar untuk pejabat yang memegang sebuah lalawangan (distrik) di Kesultanan Banjar.

Demang Lehman semula merupakan seorang panakawan (asisten) dari Pangeran Hidayatullah sejak tahun 1857. Demang Lehman lahir di Martapura pada tahun sekitar 1837, mula-mula bernama Idis.

Kompas, 12 Januari 2010

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s