Ekspresi Simpati dengan Rasa Sakit


PERNAHKAH Anda merasakan sakit fisik di lutut Anda ketika menyaksikan bekas luka di lutut orang lain? Menurut sebuah studi dari University of Birmingham, ini merupakan salah satu bentuk simpati. Sebagian besar orang mengekspresikan rasa simpati dengan ucapan. Tapi, ada juga yang merasakan ‘sakit fisik’ seperti yang dialami orang lain.

Temuan ini diungkap oleh Dr Stuart Derbyshire setelah mempelajari reaksi 123 mahasiswa terhadap tayangan video klip dan foto pasien atau atlet yang sedang kesakitan.

Video tersebut memuat tayangan atlet sepak bola yang mengalami patah kaki, pemain tennis yang keseleo dan pasien yang sedang menjalani suntikan di tangan. Semua partisipan mengaku mengalami reaksi emosi, seperti perasaan sedih, jijik atau takut.

Tapi, sepertiga pasien juga merasakan sakit di bagian tubuh yang sama dengan orang yang mereka saksikan di tayangan. Beberapa mengalami kesemutan atau sakit, sedang yang lain merasakan rasa sakit menghujam yang berat. Beberapa menyatakan bahwa rasa  sakit yang mereka rasakan hanya sekilas, sedang sisanya mengaku rasa sakitnya bertahan beberapa detik.

Peneliti kemudian meminta 10 dari mahsiswa ‘yang hipersensitif’ tersebut mengulangi percobaan sambil otak mereka di scan dengan fMRI, pemetaan resonansi magnetik fungsional yang digunakan di rumah sakit. Hasilnya dibandingkan dengan hasil scan  terhadap 10 mahasiswa yang mengaku tidak merasakan apa pun saat melihat tayangan video.

Peneliti menemukan bahwa kedua kelompok mahasiswa menunjukkan aktivitas di bagian otak yang berkaitan dengan emosi. Akan tetapi, mereka yang mengaku merasakan sakit fisik menunjukkan aktivitas yang lebih besar di bagian otak tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa sensasi yang mereka rasakan benar-benar asli.

“Studi kami membuktikan bahwa sekelompok orang tidak hanya mengalami reaksi emosi saat melihat pasien cidera tapi juga mengalami reaksi pada indera perasa,” tutur Derbyshire, seperti dikutip situs dailymail.

Temuan ini, terang Derbyshire, juga bisa menjelaskan ‘pengalaman rasa sakit fungsional’. Dalam kondisi ini, pasien mengeluhkan rasa sakit padahal tidak memiliki gejala penyakit yang jelas.

Media Indonesia, 11 Januari 2010

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s