Puisi–Tari dalam Piano Ananda Sukarlan


DENTING pentatonis piano Ananda Sukarlan datar dan runut menjadikan pertunjukkan Libertas Anada Sularlan terasa menyayat.

Lima penari dengan lambaian selendang membentuk simbol pusaran ombak yang menggulung-gulung membuat dada tergetar. Semakin bergemuruh dan terus gemuruh dengan iringan biola Inez Rahardjo,Alto Flute Elizabeth Ashford menjadikan suasana Graha Bhakti Taman Ismail Marzuki (TIM), Minggu (2/1) lalu seperti diterjang badai tsunami. KonserLibertas Ananda Sukarlanmengawinkan antara musik,tari,dan puisi yang dikemas sedemikian rupa hingga terkadang berasa romantis, dan mencekam.

Konser yang digelar Jakarta New Years Concert 2010 ini menyajikan konser piano solo Ananda dengan karya Rapsodia Nusantara No.1 sebagai pembuka. Perpaduan antara komposisi dua lagu daerah Kicir-Kicir dan Si Jali-Jali yang rencak menjadikan pembuka konser Libertas terasa dinamis. Lalu ada Rapsodia Nusantara No.5 yang dimainkan secara apik. Rapsodia Nusantara No.5 merupakan karya Ananda yang terinspirasi dari Yazeed Djamin. Karya Rapsodia Nusantara ini lebih kental nuansa musik-musik Makassar.

“Saya ini suka sekali dengan sastra,tapi tak bisa menuliskannya,”kata Ananda. Ananda Sukarlan merupakan seniman musik Indonesia yang sudah memiliki nama besar di dunia internasional.Berbagai macam penghargaan diraih pria yang mulai belajar piano Martani Widjayanti dan berguru pada pianis Soetarno Soetikno dan Rudy Laban. Ananda Sukarlan dikenal sebagai pianis handal dengan reputasi internasional. Pria yang bermukim di Spanyol ini biasa disebut sebagai A Brilliant Young Indonesian Pianist.

Dunia internasional mengakui Ananda sebagai pianis handal dengan seringnya ia
diundang untuk menjadi pemain solo dengan orkes-orkes terkemuka dunia, seperti di Rotterdam, Berlin,dan Madrid.Ia juga sering memberi resital piano tunggal di gedunggedung konser paling bergengsi di Eropa, seperti Concertgebouw Amsterdam, Philharmonie Berlin, Auditorio Nacional (Madrid), Rachmaninoff Hall(Moskow) dan Queen’s Hall(Edinburg). Tak hanya itu, lebih dari 70 komposisi musik untuk piano berupa concerto maupun solo telah ditulis khusus untuknya oleh berbagai komponis dunia,seperti Nancy van Der Vate dan Roderik de Man.

Bahkan permainannya telah direkam dalam sejumlah CD oleh berbagai perusahaan rekaman Belanda,Austria, Italia,Spanyol.Rekamannya atas musik piano Theo Loevendie berhasil meraih urutan kedua dari Vienna Modern Masters Performers Recording Award (dikeluarkan dalam bentuk CD oleh VMM). Sir Michael Tippet, seorang komponis terkemuka masa kini menulis tentang interprestasi Ananda atas karyanya Sonata Piano No.1 dalam CD The Pentatonic Connection(Erasmus WVH 139). Dalam konser bertajuk Libertas Ananda mengundang pemain musik Indonesia untuk berduet,trio,mengiringi puisi,bernyanyi atau hanya bermain solo.

Dalam segmen duet mengiringi penyanyi,Ananda mengiringi Joseph Kristanto dengan nomor-nomor lagu semacam The Young Dead Soldiers,Do Not Speak puisi karya Archibald Macleish. Puisi karya almarhum WS Rendra, Ia Telah Pergi juga di garap Ananda dengan sangat apik. Lalu ada Kita Ciptakan Kemerdekaan, puisi karya Sapardi Djoko Damono juga dibesut Ananda dengan komposisi yang sangat merdu. Dalam dunia internasional Ananda memang membuktikan bahwa Indonesia pun memiliki seseorang yang piawai dalam bermusik.

Dalam beberapa kesempatan,Ananda bahkan sempat diundang Ratu Sofia dari Spanyol untuk konser pada acara malam gala Queen Sofia Prize di Madrid yang disiarkan di televisi semua negara Eropa barat.Itu terjadi pada medio 2000. Ananda Sukarlan bahkan juga menjadi satu-satunya orang Indonesia pertama yang tercatat terpilih dalam 2000 Outstanding Musicians Of the 20th Century, sebuah buku prestisius yang diterbitkan oleh The International Biographical Center of Cambridge, Inggris.

Lalu The International Who’s Who in Music dan Guinness Book of Record atas keberhasilannya memperdanakan 38 karya baru dalam Festival Musik Modern di Alicante-Spanyol pada bulan September 1995. Prestasi-prestasi itu terus bertambah. Penghargaan internasional antara lain ia peroleh 1st Prize Blanquetord Piano competition (Bordeaux, France).1st Prize & Special Prize for the best interpreter of Spanish Music, City of Ferrol Piano Competition (Galicia,Spain),1st Prize Nadia Boulanger Concours International d’’ Orleans (Orleans, France), 1st Prize Xaier Montsalvatge Concurso de Musica del Siglo XX Xavier Montsalvatge (Girona,Spain).

2nd Prize Sweelinck-Postbank (Amsterdam,Holland).3rd Prize Gourdeamus Competition for Contemporary Music, (Rotterdam) tahun 1993. 2nd Prize Fundacion Guerrero Competition (Madrid, Spain). Prize Winner in the Eduard Flipse Concours 1988.2nd Prize Vienna Modern Masters Performers Recording Award.

Harian Seputar Indonesia, 09 Januari 2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s