Sejarawan: Budaya Etnis Padang Perlu Dilestarikan


Sejarawan dari Universitas Negeri Padang (UNP), Sumbar, Erniwati menyarankan pemerintah kota supaya melestarikan budaya setiap etnis yang ada di Padang, karena merupakan suatu kekuatan dalam menopang sektor pariwisata.

“Kota Padang memiliki banyak etnis, mulai dari Minang, Tionghoa, India, Jawa dan lainnya yang masing-masing memiliki nilai budaya masing-masing sehingga merupakan potensi yang harus dikembangkan di masa mendatang,” kata Dosen Fakultas Sastra UNP, Erniwati di Padang, Rabu.

Menurutnya, mengembangkan nilai budaya setiap etnis itu, selain sebagai potensi untuk menjadi daya tarik di sektor pariwisata, tapi tak kalah pentingnya melestarikan budaya yang ada di Masyarakat.Justru itu, adanya rencana masyarakat Padang Lamo yang terdiri dari delapan suku ingin membentuk forum komunikasi merupakan yang diprakarsai Forum Komunikasi Masyarakat Tionghoa Indonesia (FKMTI) sesuatu hal yang penting.

Jadi, melalui forum yang akan dibentuk bisa dijadikan wadah untuk memfasilitasi dan mengembalikan makna sejarah Padang pada tempoe doelu yang dibangun dari berbagai etnis.

Terkait, selama ini terabaikan karena perubahan dan perkembangan zaman sehingga nilai-nilai budaya yang ada tidak dipandang suatu kekuatan untuk pembangunan Padang.

Padahal, katanya, pada masa zaman pra kemerdekaan masyarakat Minang dengan keturunan Tionghoa dan India yang ada di Padang, saling mengisi karena ada nilai kesamaan.

Di mana antara masyarakat Minang dengan keturunan Tionghoa sama memiliki jiwa dagang, tapi dalam praktiknya yang berbeda. Sedangkan antara masyarakat Minang dengan India bisa bersinergi karena ada kesamaan nilai keyakinan Agama.

Justru itu, kata Erniwati, kehadiran forum yang dibentuk dari berbagai etnis itu, perlu dukungan dari Pemkot Padang, terutama penyediaan waktu dan dukungan moril.

Ketua FKMTI Kota Padang, Valentinus Gunawan mengatakan, tujuan pembentukan forum komunikasi antara suku atau etnis masyarakat Padang Lamo, guna menyatukan kembali kelompok-kelompok yang ada di Kota Padang.

Terkait, bila adanya satu pandangan atau wadah antar suku atau etnis sehingga Padang, pasca bencana akan lebih cepat bangkit dengan semangat kebersamaan sehingga bisa bermitra dengan pemerintah daerah.

Selain itu, tambahnya, bertujuan untuk melestarikan nilai sejarah dan budaya yang ada sejak dulunya sehingga generasi muda bisa mengetahuinya.

Sebab, bila tak ada wadah untuk menyatukan pandangan dan melihat kembali sejarah Padang Lamo, generasi antara suku atau etnis di Padang, bisa terpecah bela dengan pengaruh perubahan zaman.

“Makanya telah dibentuk formatur yang melibatkan dari unsur suku Minang, Tionghoa dan India. Dalam pembentukan kepengurusan akan mengakomodir semua suku yang ada,” jelasnya.

Kompas, 14 Januari 2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s