Elrey Borge Jeppesen, Pembuat ”Chart” Terbang Pertama


Elrey Borge Jeppesen (1907 – 1996)

Di masa awal perkembangan dunia penerbangan, seorang pilot menyusuri rute terbang hanya dengan mengandalkan pandangan visual. Mereka menjadikan berbagai fasilitas buatan manusia dan kontur alam di permukaan bumi, seperti bangunan, menara air, cerobong asap, jalan raya, rel kereta api, sungai atau bukit sebagai  panduan (check point)  penerbangan. Rute terbang dilacak dengan mengingat keberadaan ”landmark”. Untuk memudahkan upaya pelacakan, terkadang mereka menggunakan peta perjalanan darat.

Karena mengandalkan pandangan (visual), selama terbang pilot dituntut menjaga jarak pandang terhadap permukaan agar pengecekan posisi dapat dilakukan. Jarak pandang yang terbatas akan membuat pilot sulit menemukan rute terbang dan rawan kecelakaan CFIT atau controlled flight into terrain (bertubrukan dengan fasilitas atau bangunan di permukaan bumi). Para penerbang masa itu, demi keselamatan, cenderung melakukan pendaratan darurat ketika pandangan mereka terganggu. Mereka akan terbang kembali saat udara telah bersih lagi.

Dihadapkan pada keterbatasan terbang visual, Elrey B. Jeppesen, ketika itu pilot pesawat pembawa surat, terinspirasi membuat panduan yang memungkinkannya tetap mengudara meski jarak pandang tidak memadai untuk pemantauan check point di permukaan. Dalam sebuah buku kecil bersampul hitam, ia mencatat jarak dan pola rute terbang, keberadaan obstacle (rintangan terbang), profil terrain (permukaan), tata letak (layout) bandara, serta prosedur approach. Juga nomor telefon yang dapat dihubungi untuk pengecekan cuaca. Di luar dugaaan,  panduan terbang yang dibuat Jeppesen, dikenal sebagai Jepp`s chart, diapresiasi banyak penerbang hingga kemudian digunakan secara luas oleh airliner.

Kecelakaan berkurang

Dengan mengintroduksi panduan terbang, Jeppesen dinilai berjasa besar dalam perkembangan operasi penerbangan pesawat. Tahun 1995, organisasi penerbangan sipil internasional, ICAO, menganugerahkan Edward Warner Award kepadanya. Dewan ICAO menilai, introduksi panduan tebang Jeppesen berkontribusi besar dalam penurunan kecelakaan operasional transportasi udara. Jeppesen juga dianggap berperan besar dalam penetapan standar approach prosedur penerbangan. Selain dari ICAO, Jeppesen juga menerima beberapa penghargaan lain, di antaranya NBAA Mentorious Service Award dan Oregon Aviation Hall of Honor. Ia juga masuk dalam National Aviation Hall of Fame.

Tidak terlintas sebelumnya di benak Jeppesen jika panduan terbang yang ia buat mendapat apresiasi tinggi dari dunia penerbangan. Ini karena pada awalnya ia membuat catatan pemandu terbang semata untuk kepentingan sendiri. Dengan catatan tersebut, ia berharap aktivitas terbang yang ia jalani akan menjadi lebih mudah dan aman. Rupanya hal itu juga merupakan kebutuhan penerbang umumnya, dan Jepp`s chart dinilai memenuhi urgensi tersebut.

Hingga saat ini penggunaan Jeppesen chart di kalangan operator penerbangan masih luas. Penyesuaian chart dengan kemajuan sistem navigasi udara dan up-dating data yang berkelanjutan memungkinkan efektivitas chart sebagai acuan terbang tetap terjaga.

Pilot berpengalaman

Elrey Jeppesen adalah pilot yang kaya pengalaman terbang. Kemampuan menerbangkan pesawat ia miliki setelah belajar terbang di Pearson Air Field, Vancouver, Washington (tahun 1927). Ia kemudian bergabung dengan kelompok sirkus terbang “Rankin Flying Circus”. Akhir tahun 1928, ia mulai bekerja untuk Fairchild Aerial Survey, menjalankan misi survei dan pemetaan dari udara. Kariernya dalam penerbangan komersial dimulai tahun 1930, saat ia menjadi pilot pesawat pembawa surat milik Boeing Air Transport (BAT). Saat BAT digabung dengan beberapa perusahaan penerbangan lain, menjadi United Air Lines, ia bertahan. Jeppesen mengakhiri karir sebagai penerbang tahun 1954.

Setelah berhenti menerbangkan pesawat, Pria kelahiran 28 Januari 1907  ini mencurahkan waktunya untuk mengelola Jeppesen & company, perusahaan pengembang aeronautical chart yang ia rintis bersama istrinya, Nadine. Dikurun waktu sekitar tiga dekade, ia berkonsentrasi penuh pada pengembangkan chart terbang. Pada Juni 1996, istrinya meninggal dunia. Kepergian yang membuat Jeppesen merasa sangat kehilangan. Jeppesen menyusul Nadine lima bulan kemudian, November 1996. Jeppesen  meninggal pada usia 89 tahun di Colorado.

Sepeninggal Jeppesen, up-dating dan pengembangan  chart Jeppesen tetap berlanjut. Jeppesen Sanderson, nama baru Jeppesen & company setelah merger dengan Sanderson Films, meng-up-date data navigasi Jeppesen secara periodik. Perusahaan yang kini berada di bawah manajemen Boeing itu juga telah mengembangkan versi digital chart Jeppesen. ***

M. Nurdin Suhar, karyawan PT Dirgantara Indonesia

PR – Kamis, 21 Januari 2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s