Mike Lazaridis – Pengubah Pola Komunikasi Masyarakat Dunia


Mike Lazaridis (14 Maret 1961-sekarang)

UNTUK masa sekarang siapa sih yang tidak kenal dengan gadget yang begitu populer di kalangan para penikmat teknologi. Dari mulai anak sekolahan, ibu-ibu rumah tangga hingga kalangan pebisnis. Akan tetapi hanya sedikit yang tahu sosok yang berada di balik kesuksesan gadget hasil racikan pabrikan teknologi asal Waterloo, Ontario, Kanada, Research in Motion (RIM) itu.

Adalah Mike Lazaridis seorang entrepreneur sukses berdarah Yunani yang lahir di Turki dan besar di Kanada. Pada 1984 Mike Lazaridis drop-out dari kuliah di Univeristy of Waterloo dan kemudian mendirikan RIM. Pada saat ini, oleh media cetak dan internet, ia dianggap sebagai salah satu orang paling penting dan berpengaruh bagi masyarakat dunia. Kenapa? Ia adalah seorang inovator BlackBerry. Berkat sinerginya dengan berbagai situs jaringan sosial, BlackBerry mampu mengubah pola atau kebiasaan komunikasi masyarakat dunia.

BlackBerry adalah perangkat genggam nirkabel (tanpa kabel) yang memiliki kemampuan telefon selular, ditambah fasilitas e-mail, SMS, faksimile, penjelajah internet, kamera, dan lainnya. BlackBerry – berbekal sistem dan teknologi servernya yang unik – selalu bisa terhubung dengan internet. Jadi, dengan BlackBerry, Anda bisa berkomunikasi sekaligus menerima atau mengirim data dengan mudah, di mana pun dan kapan pun.

Asal mula penamaan

Pihak Research In Motion (RIM), pembuat dan pemilik merek dagang BlackBerry, meminta bantuan Lexicon Branding. Lexicon merupakan lembaga konsultasi merek dagang. RIM meminta pihak Lexicon untuk menamai alat terbaru mereka, yaitu gadget e-mail nirkabel yang diciptakan pertama kali pada 1999. Menurut hasil penilitian Lexicon, RIM diminta untuk membuang jauh-jauh istilah ”e-mail”. Hal ini dikarenakan ternyata istilah tersebut bisa meningkatkan tekanan darah atau stres. Kemudian mereka berusaha mencari nama yang bisa membawa nuansa kebahagiaan dan perasaan damai.

Setelah melihat prototipe BlackBerry pertama, dengan tombol-tombol kecil yang menyerupai biji-bijian, tim Lexicon mulai mengeksplorasi nama-nama seperti strawberry, melon, dan bermacam sayuran lain. Hingga pada akhirnya mereka sepakat dengan satu nama, yaitu ”BlackBerry”. Satu nama yang membawa kebahagiaan sekaligus mewakili warna hitam dari alat tersebut. Jadi BlackBerry mungkin artinya si hitam dengan tombol menyerupai biji-bijian yang membawa kebahagiaan.

Kisah perjalanan

Lazaridis adalah penduduk Waterloo, Ontario, Kanada. Dari namanya kelihatan kalau dia bukan asli Kanada. Dan memang Lazaridis berdarah asli Yunani tetapi lahir di Istanbul, Turki. Lalu, kedua orang tuanya yang berasal dari Yunani membawa Lazaridis ke Kanada saat usianya lima tahun. Pada 1966 Lazaridis tinggal di Windsor, Ontario. Bakatnya mulai tampak sejak dia bersekolah di Windsor. Ia menghabiskan banyak waktunya di perpustakaan.

Pada usia 12 tahun, Lazaridis mendapat penghargaan Windsor Public Library karena telah melahap semua buku ilmu pengetahuan di perpustakaan itu. Ketika bersekolah di SMA, minatnya terhadap dunia elektronik terfasilitasi karena bertemu dengan guru-guru hebat. Dalam setiap wawancara, dia selalu merujuk pada guru-guru SMA yang dianggapnya sebagai motivator pa-ling baik. Guru-gurunya di sana jugalah, yang memimpikan bergabungnya fungsi perangkat elektronik seperti telefon genggam, komputer, dan wireless. Tahun 1979, Lazaridis memutuskan kuliah di Universitas Waterloo jurusan Electrical Engineering bidang ilmu komputer.

Saat menjadi mahasiswa, dia mendapat kontrak 500.000 dolar dari General Motors (GM) untuk membangun display kontrol jaringan komputer. Dari dana kontrak dengan GM itu, ditambah pinjaman 15.000 dolar dari orang tuanya, Lazaridis yang masih mahasiswa mendirikan perusahaan bernama Research in Motion (RIM). Dia keluar dari universitas Waterloo dua bulan sebelum lulus. Pada awal berdirinya RIM bergerak di bidang teknologi barcode untuk film. Lambat laun, pada 1999 RIM merambah ke dunia wireless dan lahirlah gadget yang kelak menjadi sebuah fenomena di dunia smartphone, BlackBerry.

Satu hal yang patut kita tiru, meskipun sudah sukses, orang terkaya peringkat 397 versi majalah Forbes 2009 ini tetap rendah hati dan tidak cepat puas. Ia tetap banyak belajar dan selalu melakukan riset. Maka tidak heran, ia tidak “hanya” menjadi seorang ahli teknologi. Dia juga menguasai manajemen, pemasaran, dan strategi invasi produk ke penjuru dunia.***

Toni Irawan, dari berbagai sumber.

Kamis, 07 Januari 2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s