Teknologi di Balik Pembuatan Film ”Avatar”


PENERAPAN teknologi 3 dimensi (3D) paling mutakhir di dunia perfilman serta pemanfaatan kemajuan teknologi storage menjadikan film ”Avatar” yang disutradarai oleh James Cameron mampu menampilkan potongan-potongan gambar apik, yang membuat setiap orang begitu tercengang saat melihat hasil gambar yang ditampilkan, boleh dikatakan sangat sempurna.

Jika Anda beranggapan bahwa ras Na`Vi (makhluk non-manusia penghuni Pandora berwarna biru) yang ada di film ini merupakan aktor atau aktris dengan tata rias yang bagus, Anda harus berpikir ulang. Tokoh-tokoh Na`Vi yang ada di film ini sepenuhnya merupakan animasi CGI. Efek visual, animasi 3D, dan CGI yang sangat hebat. Film ini diproduksi oleh perusahaan yang berpusat di California, LightStorm Entertainment, bekerja sama dengan Weta Digital asal Selandia Baru. Keduanya berkolaborasi guna memproduksi efek visual dengan menggunakan teknologi CGI (computer-generated imagery).

Untuk memproduksi efek visual serta animasi CGI di film-film terlaris  dunia, perusahaan membutuhkan storage dengan kapasitas dan performa yang sangat tinggi. WETA Digital, perusahaan efek visual digital yang bermarkas di Wellington, New Zealand, mengandalkan teknologi storage berperforma tinggi dari NetApp dan Aspera Enterprise Server (AES) untuk menampung dan memproses render farm mereka yang sangat besar. Storage berperforma tinggi dari NetApp mampu mem-feed lebih dari 40.000 CPU Core dengan kapasitas RAM hingga 104 terabytes dan dapat mengoptimalkan backbone jaringan storage 10 GbE (Gigabit Ethernet). Gigabit Ethernet (GbE atau 1 GigE sebenarnya adalah 1,25 Gbps) adalah istilah untuk menjelaskan teknologi transmisi frame Ethernet di tingkat gigabit per detik, seperti yang ditetapkan oleh standar IEEE 802,3-2.005.

WETA Digital juga menangani efek visual, animasi, dan CGI untuk film trilogi ”Lord of The Rings”, ”King Kong” (2005), ”X-Men: The Last Stand” (2006), ”District 9“ (2009), dan masih banyak lagi film-film top box office lainnya. Selain ”Avatar”, teknologi storage NetApp juga digunakan untuk mengerjakan film-film animasi dari studio Pixar, seperti ”Up” (2009), ”Wall-E” (2008), ”Cars” (2006), dan ”Finding Nemo” (2003). Selain Studio Pixar, film-film animasi besutan studio Dreamworks Animation, seperti ”Shrek” (2001), ”Shrek 2” (2004), dan ”Madagascar” (2005), juga memercayakan storage-nya kepada NetApp.

Awal era 3D dan Blu-ray

Apa dampak dari film karya James Cameron yang jadi hit di mana-mana bagi dunia hiburan rumahan?  ”Avatar” yang menelan biaya produksi dan pemasaran mendekati 500 juta dollar AS, menggunakan seni efek teknik tinggi 3 Dimensi untuk menghasilkan sebuah visual menakjubkan dari dunia lain. Latar belakang, bukan alur cerita, adalah titik penting yang dijual. Banyak pengamat menilai, Hollywood akan kebanjiran film bertema serupa yang memanfaatkan teknologi 3D.

Dalam beberapa bulan terakhir, industri elektronik telah membangun  kerangka guna menjual hiburan 3D untuk hiburan di rumah-rumah.  Blu-Ray Disc Association (BDA) telah mengumumkan spesifikasi untuk konten 1080p full Blu-Ray.

Sementara produsen TV besar lainnya berharap, TV 3D akan menjadi produk besar berikutnya yang akan dinikmati masyarakat. Sony, misalnya, meramalkan bahwa teknologi 3D akan merambah 30-50 persen dari semua produk TV sampai tahun 2012. Blu-ray yang akan menjadi penggerak dan pelopornya adalah film ”Avatar” yang akan menggugah selera konsumen akan hiburan 3D rumahan. Memang, ”Avatar” identik dengan 3D, meski sebenarnya film 3D bukanlah hal baru.  Teknologi 3D digunakan untuk benar-benar mengubah pengalaman bercerita yang membawa penonton seolah-olah tengah mengunjungi lokasi film. Sementara 3D Blu-ray dapat menciptakan pengalaman mendalam yang sama, dengan kualitas 3D tinggi layaknya seperti ”Avatar”. Namun, apakah film 3D cukup siap untuk mengadopsi teknologi 3D yang memerlukan investasi dan daya beli konsumen yang signifikan, termasuk untuk HDTV, 3D Blu-ray player, beberapa pasang kacamata 3D, dan speaker surround-sound.***

Toni Irawan, praktisi IT.

PR – Kamis, 21 Januari 2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s