Niels Henrik Abel, Jawara Matematika


Niels Henrik Abel (1802-1829)

Dalam sejarah ilmuwan matematika dunia, tak sedikit maestro mengagumkan yang mendedikasikan hidupnya hanya untuk membangun fondasi matematika. Mereka merevolusi dan mereformasi studi matematika yang hasilnya bisa dilihat hingga sekarang.

Kalkulus misalnya, sebagai salah satu bagian dari matematika seperti pernah disebut oleh Richard Courant adalah ”hasil perjuangan intelektual yang dramatik yang berlangsung selama 2500 tahun”. Kontributor asal-muasal kalkulus memang merentang panjang sejak Archimedes, Rene Descartes, Isaac Newton, Leibniz, L`Hôpital, Euler, Lagrange, Gauss, Cauchy, Riemann, Lebesgue, Abel, dan lain lain.

Nama terakhir yang disebut nama lengkapnya adalah Niels Henrik Abel. Nama ini pantas disebut karena sumbangannya yang amat berharga untuk matematika. Abel adalah  seorang juara matematika dari Norwegia.

Sophus Lie–ahli matematika dari Norwegia yang hidup antara tahun 1842 sampai 1899–dan Ludwig Sylow pernah mengumpulkan kertas kerja Abel yang kemudian diterbitkan pada 1881. Terkumpul sekitar 29 paper yang pernah dipublikasikan oleh Abel. Ini adalah versi lebih lengkap dari yang sebelumnya pernah diedit oleh Bernt Michael Holmboe dan diterbitkan oleh Pemerintah Norwegia pada 1839. Holmboe adalah guru matematika Abel di Cathedral School. Karena melihat bakat Abel yang luar biasa di bidang matematika, dia rela memberikan les privat terhadapnya.

Prediksi Holmboe sepenuhnya tak meleset karena di kemudian hari nama Abel disejajarkan dengan beberapa nama yang telah lebih dulu moncer di dunia sekitar angka. Tak salah bila Oystein Ore yang pernah menulis biografi tentang Abel memberi judul bukunya dalam bahasa Inggris Niels Henrik Abel: Mathematician Extraordinary. Sementara King Harald V yang berpidato pada pembukaan konferensi 200 tahun lahirnya Niels Henrik Abel menyebutnya sebagai sosok muda cemerlang yang terkenal di lingkaran akademik Norwegia dan Eropa.

Menelusuri jejak kehidupan Abel berarti menapaki kepahitan hidup yang dialaminya. Lahir dari sebuah keluarga sederhana pada tanggal 5 Agustus 1802, Abel merupakan anak kedua dari buah perkawinan antara Sören Georg Abel dan Anne Marie Simonsen. Ayahnya seorang pemuka agama yang jauh untuk dikatakan kaya. Pascakematian kakek Abel, ayahnya ditunjuk menggantikannya sebagai seorang pastor. Kebetulan ayah Abel mendapatkan gelar kesarjanaan di bidang teologi dan filsafat. Mau tak mau keluarganya diboyong ke Kota Gjerstad.

Memasuki usia 13 tahun, pada 1815, Abel memulai pengembaraan intelektualnya di Sekolah Katedral. Dari sinilah ia bertemu dengan sosok Bernt Michael Holmboe pada 1818 yang datang menggantikan guru matematika sebelumnya yang terkena sebuah kasus penganiayaan. Holmboe telah menanamkan bakat dan kecintaan Abel pada matematika. Ketika itu Abel sedang gandrung membaca karya-karya Euler dan Newton. Holmboe lantas menyuruhnya untuk juga mempelajari Lagrange dan Laplace. Tahun 1820 musibah itu menghampiri Abel, ayahnya meninggal dunia setelah gagal berkarier di dunia politik. Peristiwa itu membuatnya mengambil alih tanggung jawab untuk menghidupi keluarganya.

Abel memasuki Universitas Christiania pada 1821, itu pun dengan dukungan finansial dari Holmboe yang terus-menerus menyemangati Abel agar tak putus studinya. Dua tahun setelah itu, Abel memulai debutnya di bidang matematika dengan menulis dua paper pada sebuah terbitan perdana jurnal sains yang bernama Magasinet for Naturvidenskaberne.

Sayang, usianya tak panjang. Ia meninggal pada 6 April 1829. Tuberkolusis yang dideritanya agaknya menjadi salah satu sebab ia meninggal. Sumbangsihnya pada matematika membuat nama Niels Henrik Abel diabadikan menjadi sebuah penghargaan prestisius matematika di Norwegia. The Abel Prize namanya. ***

Asep Imaduddin A.R., guru MTsN Pusakanagara, Subang Jawa Barat 41213.

PR – Kamis, 01 April 2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s