Nikola Tesla, Penemu Transmisi Listrik


Nikola Tesla (1856 – 1943)

NAMANYA sebagai ilmuwan sering terlupakan. Ketenarannya kalah oleh nama-nama besar sekelas Thomas Alfa Edison, Michael Faraday, dan Guglielmo Marconi. Ironis sekali, kebanyakan orang mengenal namanya dari satuan induksi magnet, yaitu Tesla.

Banyak yang tidak mengetahui bahwa Nikola Tesla adalah ilmuwan genius terbesar abad modern karena kontribusinya yang begitu besar bagi umat manusia. Siapa yang tak kenal dengan transmisi listrik bolak-balik, radio, dan sinar-x yang kini tak terpisahkan dalam kehidupan manusia, itulah sebagian dari hasil karya Nikola Tesla.

Akan tetapi, mengapa ilmuwan segenius Nikola Tesla kurang begitu dikenal? Mungkinkah hal ini disengaja karena kalangan tertentu memiliki kepentingan terhadap penemuan-penemuan Tesla? Ataukah, ada pihak-pihak tertentu yang tak menginginkan khalayak akrab dengan yang namanya energi gratis, teknik pengendalian cuaca, transmisi listrik tanpa kabel, atau senjata “sinar mematikan”? Memang banyak intrik dan kontroversi di seputar ilmuwan eksentrik ini.

Nikola Tesla lahir 9 Juli 1856 di desa kecil Smiljan, Kerajaan Austria (sekarang Kroasia). Sejak usia dini ia menunjukkan minatnya pada matematika, mekanika, dan fisika. Pada usia sembilan belas tahun, Tesla muda masuk Universitas Teknologi Graz, Austria, di sini ia banyak mempelajari penggunaan arus listrik bolak-balik (AC), dan tertarik untuk lebih mengefisienkan motor listrik arus searah (DC) yang ada pada saat itu.

Pada 1882 Tesla bekerja pada Continental Edison Company, sebagai insinyur perancang alat-alat listrik hasil temuan Thomas Alfa Edison. Selama di Paris ini, ia berhasil membuat konsep motor induksi dan mulai mengembangkan berbagai alat yang menggunakan medan magnet berputar, dan mendapat hak patennya pada 1888.

Tesla kemudian hijrah ke New York, Amerika Serikat (AS) pada 6 Juni 1884 untuk bekerja secara langsung dengan Thomas Alfa Edison, dan membantu memecahkan berbagai masalah yang sulit, di perusahaan Edison ini Tesla sempat merancang 24 jenis dinamo. Sayangnya, kedua ilmuwan ini tak pernah cocok satu sama lain, keduanya sering terlibat dalam debat masalah AC dan DC. Tesla membela paham AC, sementara Edison sangat menyukai DC.

Oleh karena itu, pada 1886 Tesla kemudian mendirikan perusahaannya sendiri. Dalam waktu singkat ia dapat membuktikan, arus listrik bolak-balik miliknya jauh lebih hebat dibandingkan dengan listrik arus searah Edison. Kurang dari setahun, insinyur listrik brilian ini dapat mematenkan tiga hasil penemuannya, khusus dalam bidang teknik listrik dan radio jumlah penemuannya lebih banyak lagi, hingga tujuh ratus hak paten. Tidaklah berlebihan bila ilmuwan Inggris, Lord Kelvin pernah mengatakan “kontribusi Tesla di bidang kelistrikan melampaui yang dilakukan orang lain.”

Dialah yang pertama meneliti sinar katoda, sinar-x, radiasi ultraviolet, dan efek terapinya. Tesla pula yang membuat rancangan tabung lampu fluorescent dan sinar laser. Kumparan Tesla adalah salah satu hasil temuan yang mengabadikan namanya.

Kerja sama Nikola Tesla dengan George Westinghouse, seorang insinyur dan wirausahawan terkenal merupakan tonggak penting dalam perlistrikan dunia, pasalnya pada 1895 mereka membangun pembangkit listrik tenaga air (PLTA) pertama di dunia yang memanfaatkan air terjun Niagara, inilah kemenangan final generator listrik AC polyphase buatan Tesla yang mampu mentransmisikan listrik jarak jauh, sejak itu listrik punmenerangi dunia.

Tahun 1912, Tesla dinominasikan untuk hadiah Nobel di bidang ilmu fisika, tetapi ia menolaknya, ia lebih berhak memperolehnya pada 1909 atas Nobel yang dianugerahkan pada Marconi karena pada 1898 ia telah mendemonstrasikan perahu radio kontrolnya, Tesla menganggap dirinya dan bukan Marconi yang menemukan sirkuit pencari gelombang yang menjadi dasar radio. Keberatan Tesla akhirnya dikabulkan pengadilan tinggi AS tepat di tahun kematiannya.

Selain dikenal sebagai ilmuwan genius yang eksentrik, gagasan Tesla juga bisa begitu “liar” bahkan gila. Misalnya, ada desas-desus bahwa Tesla telah menemukan senjata sinar mematikan (death ray) yang memiliki kekuatan dan ketepatan yang belum pernah ada sebelumnya.

Dugaan penemuan sinar maut ini terkuak dari pernyataan Tesla di akhir hayatnya, “penemuanku bisa menghancurkan apa pun, manusia atau mesin yang ada dalam radius 320 km.” Tak lama setelah ia meninggal dunia, 7 Januari 1943, beberapa agen FBI sempat mengobrak-abrik kamar pribadinya dan mengambil semua dokumen yang diduga berisi rancangan senjata rahasia tersebut.

Tidak ada yang tahu pasti seberapa banyak hasil penemuan Nikola Tesla, selain karena beberapa karyanya musnah dalam serangkaian kecelakaan, juga karena raib secara tiba-tiba atau lebih tepatnya “diamankan”. Salah satu karyanya yang terbilang rahasia adalah “mesin gempa bumi”. Dalam buku “Nikola Tesla’s Earthquake Machine” karangan Dale Pond dan Walter Baumgartner, Nikola Tesla mengakui bahwa gempa bumi di dekat laboratoriumnya di New York yang terjadi pada tahun 1898 adalah hasil eksperimen mesin buatannya. (Dede Suhaya/dari berbagai sumber)***

PR – Kamis, 15 April 2010

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s