Thomas Adams, Penemu Mesin Permen Karet


Thomas Adams (1818-1905)

Thomas Adams dilahirkan tahun 1818. Ia seorang berkebangsaan Milestones. Selama kurun waktu sebelum tahun 1870, ia selalu berganti-ganti profesi, dimulai dari menjadi seorang pembuat gelas, fotografer, sampai menjadi pedagang yang menjual aneka hiasan untuk menjahit. Tahun 1870, merupakan tahun yang kembali membuat ia berganti profesi.

Pada tahun 1870, Thomas Adams berkenalan dengan Antonio Lopez de Santa Anna di State Island. Santa Anna adalah mantan Presiden Meksiko yang diasingkan karena bertanggungjawab atas pembantaian sejumlah orang Texas di Alamo, 34 tahun sebelum 1870. Dalam perjumpaan tersebut, Santa Anna menawarkan suatu kerja sama kepada Thomas, yaitu mengolah chicle Meksiko (getah pohon sapodia/sawo Meksiko) untuk digunakan sebagai zat aditif atau subs-tantif karet alam yang pada saat itu sangat mahal harganya.

Menurut Santa Anna, jika Adams berhasil mengolah chicle tersebut sebagai zat aditif atau zat substantif karet alam, maka akan menekan biaya produksi pengolahan karet sehingga mereka bisa memperoleh keuntungan yang cukup besar. Dari keuntungan tersebut, Santa Anna berharap dapat kembali membangun tentara pendukungnya yang berbasis di Meksiko.

Sebagai uji coba, Santa Anna me-ngirimkan satu ton chicle kepada Adams yang disimpan di gudang, di Front Street New York. Thomas Adams mulai menciptakan berbagai benda, dibantu putra pertamanya dari empat putra putrinya. Selama setahun, Thomas dan putranya mencoba membuat berbagai macam benda, seperti ban mobil, sepatu hujan, mainan, dan topeng. Namun, semuanya gagal.

Ia hampir saja memutuskan membuang chicle tersebut ke sungai, tetapi ia teringat betapa Santa Anna begitu menikmati mengunyah chicle tersebut. Kemudian, Thomas mencobanya dan ternyata ia menyukainya karena tekstur chicle terasa halus dan lembut. Secara kebetulan, ketika ia berkunjung ke suatu apotek, ia melihat seorang anak membeli permen seharga satu sen. Sang penjaga apotek menjelaskan bahwa permen yang dibeli anak tadi adalah permen karet yang terbuat dari lilin parafin.

Hal tersebut memunculkan ide bagi Thomas dan putranya untuk membuat permen karet dari chicle. Mereka lalu membungkus chicle tersebut dalam ukuran batang-batang kecil dan membungkusnya dengan kertas tisu berwarna dan menamainya “Adams New York No.1”. Permen karet pertama yang dibuat ini masih belum memiliki rasa. Thomas kemudian mencoba menjajakan beberapa kotak permen karet buatannya dalam perjalanannya ke Mississippi. Namun dalam perjalanan tersebut, tak satu kotak pun berhasil dijualnya. Namun, ia tidak putus asa. Di perjalanan berikutnya, ia menitipkan kotak-kotak permen karet tersebut di beberapa apotek dengan perjanjian sistem konsinyasi.

Di luar dugaan, ternyata permen karet ini banyak disukai sehingga permintaan meningkat. Akhirnya, Thomas memutuskan memproduksinya dalam jumlah besar. Untuk menunjang rencananya ini, ia menciptakan mesin pembuat permen karet yang ia patenkan sebagai alat ciptaannya pada tahun 1871.

Tahun 1875, Thomas mulai berinovasi dengan menambahkan aroma licorice pada permen karetnya yang dinamai “black jack”. Ini adalah permen pertama yang berbentuk tongkat dan memiliki rasa.

Tahun 1888, perusahaan permen karet Thomas (Adams Gums) memperkenalkan mesin penjual otomatis yang dipasang di stasiun-stasiun subway New York. Dengan menjual permen karet rasa campuran buah, perusahaan permen karet Thomas menjadi perusahaan permen karet paling sukses di Amerika.

Tahun 1899, ia menciptakan monopoli dengan penggabungan enam produsen permen karet terbesar ke perusahaannya dan menamai produk barunya “chiclets”, yang namanya sampai kini menjadi market leader untuk semua produk permen karet.

Tahun 1905, Thomas Adams wafat dan usahanya diteruskan putra putrinya. ***

Y. Zakiah A., alumnus FMIPA Unpad.

PR – Kamis, 08 Juli 2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s