Internetan dengan Biaya Murah


Perkembangan teknologi informatika menyebabkan internet sudah menjadi salah satu kebutuhan manusia. Namun di sisi lain, banyak masyarakat yang belum bisa menikmati akses internet karena kendala biaya ataupun geografis.

Antena wajan atau Wajanbolic bisa dijadikan salah satu solusi penyediaan internet murah tersebut. Terobosan ini juga dapat membantu mengatasai masalah geografis karena dapat menguatkan sinyal internet.

Wajanbolic merupakan terobosan dalam teknologi RT/RW-net. Dengan teknologi RT/RW-net sangat mungkin satu rumah memperoleh akses internet 24 jam dengan biaya relatif murah. Antena Wajanbolic dapat menjadi klien yang murah dalam sebuah RT/RW-net sehingga kita dapat berinternet dengan murah. Internet murah bukan berarti mencuri bandwidth dan berinternet gratis. Biaya internet menjadi murah karena beban biaya di tanggung ramai-ramai oleh kelompok masyarakat di lingkungan RT/RW.

Antena Wajanbolic e-goen awalnya dikembangkan oleh alumnus SMK Negeri 2 Depok Sleman Yogyakarta, Gunadi atau lebih dikenal dengan e-goen. Antena wajan yang kemudian dikenal sebagai Wajanbolic e-goen menjadi andalan utama bagi mereka yang ingin membangun RT/RW-net atau internet nirkabel murah di rumahnya.

Menurut pakar teknologi dan informasi sekaligus penulis buku Panduan Praktis Teknologi RT/RW, Onno W. Purbo, pembangunan antena Wajanbolic membutuhkan modal awal maksimal Rp 1.325.000. Namun, biaya itu sangat murah bila dibandingkan dengan banyaknya rumah yang bisa menikmati layanan tersebut.

“Misalnya, saat ini biaya berlangganan salah satu internet service provider sebesar Rp 200.000/bulan, bila tetangga yang menggunakan jaringan internet kita sebanyak 10 orang dengan iuran masing-masing Rp 50.000/bulan, kita bisa mendapatkan keuntungan Rp 300.000/bulan. Dengan demikian, kita bisa balik modal dalam waktu lima bulan. Bila tetangga yang mengikuti lebih banyak, harga iuran bisa lebih murah lagi,” ujarnya.

Selain itu, bahan yang digunakan untuk membuat akses internet menggunakan Wajanbolic sangat mudah didapatkan. Bahan-bahan tersebut adalah tutup panci atau wajan penggorengan, paralon, tutup paralon, baut besar, baut kecil, lakban pipa listrik kecil, dan rubber tape untuk menutupi pipa listrik.

Cara untuk menyusun konstruksi antena Wajanbolic, yaitu pertama membuat dudukan untuk USB WLAN terlebih dahulu dengan menggunakan paralon berukuran satu inci. Paralon tersebut dilapisi oleh lakban alumunium sehingga berfungsi seperti antena kaleng.

Setelah dudukan untuk USB WLAN siap, bagian tengah wajan kemudian dilubangi. Pipa paralon yang menjadi dudukan USB WLAN kemudian ditempatkan di muka wajan. Setelah itu, kabel USB diperpanjang dengan menggunakan kabel UTP.

Onno mengakui bahwa Wajanbolic ini sangat sensitif sehingga bila digerakkan sedikit arahnya, sinyalnya bisa langsung hilang. Meskipun tidak sengaja, pergerakan wajan tersebut bisa terjadi karena adanya tiupan angin. “Itu wajar karena sinyal yang tadinya lemah menjadi lebih kuat dengan Wajanbolic ini,” tuturnya.

Untuk mengatasi hal itu, kata Onno, bisa dilakukan dengan membuat bolong-bolong kecil pada wajan yang digunakan. Dengan demikian, angin bisa melewati bolong pada wajan tersebut sehingga tidak merubah arah wajan. “Sistem kerjanya sama seperti parabola yang berbentuk seperti net,” katanya.

Frekuensi

Frekuensi sempat menjadi kendala dalam perkembangan Wajanbolic di masyarakat. Hal itu terjadi karena semua frekuensi yang digunakan di Indonesia harus menggunakan izin dari pemerintah, dalam hal ini diatur oleh Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi (Ditjen Postel) yang berada di bawah Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo). “Jadi, penggunaan Wajanbolic dulu sempat dianggap ilegal,” kata Onno.

Namun sejak tanggal 5 Januari 2005, kata Onno, terdapat Keputusan Menteri No. 2 tahun 2005 yang membebaskan frekuensi 2,4 GHz. Frekuensi ini bisa digunakan untuk aplikasi Wajanbolic asalkan memenuhi syarat yang telah ditentukan. Adapun syarat penggunaan frekuensi tersebut adalah maksimum daya pancar 100mW, EIRP maksimum 36dBm, dan semua peralatan yang digunakan disertifikasi.

Bagi yang ingin bereksperimen menggunakan frekuensi tinggi dengan peralatan antenna Wajanbolic atau miniPCI selain 2.4GHz, seperti 2.3GHz, 3.3-3.5GHz, 5.8GHz, dan 10GHz, sangat disarankan untuk menjadi anggota Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI). Hal itu karena band tersebut digunakan oleh radio amatir. Bagi yang berminat, bisa berdiskusi dengan rekan-rekan amatir radio di mailing list orari-news@yahoogroups.com.

Untuk mendapatkan frekuensi yang lebih legal, kata Onno, bisa juga menggunakan paket warung internet yang dikeluarkan oleh provider. Namun, paket ini biasanya memiliki tarif langganan lebih mahal.

Menurut Onno, Wajanbolic ini sudah banyak diterapkan pada masyarakat. Biasanya teknik ini diterapkan pada daerah-daerah yang belum banyak mendapatkan akses internet. Kekuatan sinyal dari Wajanbolic ini bisa menembus sampai 4 kilometer atau kira-kira mencakup satu rukun warga di kawasan perumahan yang ada di Jakarta. (Tia Komalasari/”PR-Kamis, 02 September 2010″)***

Membuat Wajanbolic

Berikut ini adalah cara membuat Wajanbolic

1. Siapkan material yang dibutuhkan, USB WLAN, wajan (penggorengan), pipa paralon 3 inci, pipa paralon 1.25 inci, dan dop paralon, kabel USB yang diperpanjang serta USB extender jika diperlukan.

2. Lubangi wajan, siapkan dop paralon 3 inci dan dop paralon 1.25 inci yang dibor pada tengahnya. Kemudian, baut dop paralon 3 inci ke dasar wajan.

3. Masukan USB WLAN yang dilindungi karet ke paralon 1.25 inci sebagai dudukan. Posisikan USB WLAN sekitar 5.3 sentimeter dari ujung paralon yang paling jauh dari wajan.

4. Buat dop untuk diletakkan di ujung paralon 3 inci. Semua dinding dop paralon ditutup dengan lakban aluminium. Kombinasi dop paralon yang dilapisi lakban alumunium dan paralon yang ditutupi lakban aluminium sebetulnya menjadi konstruksi antena kaleng.

5. Paralon 3 inci dilapisi lakban aluminium sepanjang 20 sentimeter, tidak sampai ujung. Sisakan beberapa sentimeter yang dihitung dari fokus wajan. Lubangi paralon sekitar 5.3 sentimeter dari ujung untuk connector USB WLAN.

6.Masukkan USB WLAN dan kemudian dop paralon 3 inci.

7. Masukkan paralon 3 inci ke tutup paralon 3 inci yang sudah di baut ke wajan.

8. Sambungkan kabel USB yang sudah di perpanjang dengan kabel UTP. Wajanbolic e-goen siap digunakan. (Tia Komalasari/”PR”)***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s