Napas tak Segar Mengurangi Rasa Percaya Diri


Napas tak segar atau dikenal dengan istilah halitosis (bad breath) bukanlah suatu penyakit, melainkan gejala atau indikasi dari kondisi tertentu, seperti saat puasa dalam jangka waktu tertentu.

Halitosis dapat disebabkan oleh beberapa hal, antara lain faktor lokal (setempat), sistemik (berhubungan dengan sistem yang ada dalam tubuh manusia), pengaruh obat-obatan atau xerostomia. Faktor lokal bisa bersifat patologis yang diakibatkan penyakit, seperti banyak dijumpai pada penderita karies, gingivitis, penyakit Vincent`s, serta penyakit lain yang sering dijumpai dalam rongga mulut (sinusitis kronis, faringitis, kanker rongga mulut, dan sebagainya).

Sementara itu, faktor lokal yang nonpatologi biasanya diakibatkan saliva (air ludah) yang terlalu pekat dan sisa-sisa makanan yang tertimbun pada gigi. Biasanya ini terjadi waktu tidur, saat tidak ada gerakan lidah dan aliran saliva terhambat. Itu sebabnya mengapa saat bangun tidur (morning breath) bau napas terasa tidak enak. Hal ini biasanya juga dijumpai pada orang yang puasa dan orang yang biasa merokok secara berlebihan.

Di dalam rongga mulut, penyebab halitosis adalah gas yang bernama VSC (volatile sulfur compound). VSC merupakan hasil produksi aktivitas bakteri aerob yang bereaksi dengan sisa makanan yang mengandung protein, sel-sel mati yang lain, dan dengan air ludah/saliva. Gerakan yang menurun dari rongga mulut, misalnya waktu tidur atau saat menjalani puasa, dapat meningkatkan kadar VSC sehingga dapat menyebabkan napas tak sedap.

Jika ditilik, pada dasarnya penyebab halitosis sebagian besar berkaitan dengan keadaan rongga mulut. Hal ini berhubungan dengan metabolisme bakteri yang hidup pada rongga mulut dan air ludah. Beberapa hasil riset melaporkan bahwa VSC yang terdiri atas hidrogen sulfida, metil merkaptan, dan dimetil sulfida merupakan penyebab utama halitosis. Secara biokimia, halitosis timbul karena degradasi asam amino akibat penguraian protein oleh bakteri anaerob di dalam mulut.

Protein tersebut ditemukan pada tiga daerah yang berbeda. Pertama, di gigi, akibat gigi berlubang (karies) dan sisa-sisa makanan di antara dua gigi. Kedua, daerah jaringan penyangga gigi (periodontium), akibat karang gigi yang membentuk kantong periodontal. Ketiga, daerah lidah, akibat bentuk anatominya menjadi tempat akumulasi bakteri. Protein tersebut mengalami penguraian sehingga menghasilkan VSC, yang menguap dan menimbulkan hawa napas kurang segar.

Pembentukan dan pelepasan VSC dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain kadar keasaman air ludah (pH saliva), konsentrasi oksigen, bakteri dan substrat yang tersedia untuk metabolisme bakteri. Halitosis cenderung muncul pada keadaan pH basa atau mendekati normal. Halitosis juga dapat muncul akibat berkurangnya oksigen dalam rongga mulut.

Air ludah adalah bagian terpenting dalam perawatan rongga mulut. Studi menunjukkan bahwa berkurangnya produksi air ludah mengakibatkan fungsi mulut mengalami penurunan. Berkurangnya produksi air ludah dapat terjadi karena penyumbatan pada kelenjar yang memproduksi air ludah, berpuasa, sedang menjadi terapi radiasi, dan efek samping obat-obatan golongan antidepresan, antihistamin, antihipertensi, dekongestan, dan diuretik.

Produksi kelenjar air ludah sangat dipengaruhi rangsangan-rangsangan (iritabilitas) yang diterima, seperti aktivitas mengunyah dan berbicara, aroma masakan, dan lain-lain. Tak heran, pada saat berpuasa mulut mengalami kekeringan (xerostomia) dan produksi air ludah berkurang, karena tidak ada aktivitas mengunyah. Air ludah yang cukup dapat menghambat terjadinya bau mulut karena perannya dalam menyediakan oksigen.

Suatu penelitian yang dilakukan menggunakan sistem enzimatik menunjukkan bahwa kandungan enzimatik dapat menurunkan kadar VSC pada rongga mulut secara signifikan. Disebut sistem enzimatik karena menggunakan enzim, yaitu lisozim, laktoperoksidase, amiloglukosidase, dan glukosa oksidase.

Selain itu, penyebab lain napas tak segar adalah obat-obatan seperti antimikroba, analgesik, antihipertensi, antidepresi, dan antibiotik, tetapi persentasenya terhitung kecil. Cara yang paling efektif dilakukan orang agar napas kembali segar adalah menggunakan obat kumur (lebih baik yang mengandung sirih) atau mengunyah permen karet setelah berbuka. Penggunaan antiseptik yang mengandung povidon iodine, chlorhexidine digluconate, chlorine dioxida, triclosan dan bahan-bahan lainnya seperti bunga cengkih dan daun teh memang mampu menghadirkan napas segar untuk sementara waktu.

Cara lain adalah menggunakan pasta gigi yang dilengkapi dengan formula yang dapat menurunkan kadar VSC. Namun, apabila problem halitosis dirasa kian mengganggu dan tidak bisa diatasi sendiri, langkah yang paling tepat adalah meminta pertolongan dari ahlinya, yaitu dokter gigi. Diagnosa yang tepat dan akurat akan sangat efektif untuk mengatasi halitosis. Meskipun penyebab halitosis hanya faktor lokal, akan lebih baik bila ditangani secara tepat dengan mencari akar penyebabnya. Misalnya adanya karies gigi, sebelum gigi yang bersangkutan dirawat atau dicabut, halitosis itu tetap muncul meskipun sudah disemprot penyegar mulut sebanyak-banyaknya. Apabila penyebab halitosis adalah faktor sistemik, kita harus lebih waspada dan segera menghubungi ahlinya agar gangguannya tidak menjadi lebih sulit diatasi.

Penerapan sistem enzimatik mampu menghambat pertumbuhan mikroorganisme mulut atau bakteriostatis dan membunuh bakteri patogen atau bakteriosid karena ludah dikembalikan fungsinya sebagai pertahanan alamiah pada rongga mulut. Pertahanan alamiah di dalam air ludah dikenal dengan sebutan sistem laktoperoksidase. Dengan demikian, halitosis dapat diturunkan secara signifikan.***

Yohanis Ngili, mahasiswa Program Doktor Kimia, Bidang Khusus Biokimia, Institut Teknologi Bandung (ITB).

PR – Kamis, 05 Agustus 2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s