Saatnya Mewapadai Prediabetes


MUNGKIN Anda sekarang tenang-tenang saja, karena selama ini hasil tes gula darah sewaktu (pemeriksaan yang dilakukan secara acak tanpa didahului puasa 8 jam sebelumnya) masih di bawah 140 mg/dL. Akibatnya, Anda tak terlalu memerhatikan gaya hidup dan pola makan. Padahal, gaya hidup dan pola makan tak sehat memungkinkan seseorang terkena prediabetes, yang jika tidak diwaspadai akan berubah menjadi diabetes.

Data badan kesehatan dunia (WHO) menjelaskan, pasien diabetes di Indonesia akan mengalami kenaikan dari 8,4 juta jiwa pada 2000 dan menjadi sekitar 21,3 juta jiwa pada 2030. Diperkirakan, penderita prediabetes juga akan meningkat pesat.

Perkiraan WHO ini bisa menjadi kenyataan, jika penduduk Indonesia tidak melakukan gaya hidup dan pola makan sehat. Kurang beraktivitas dan berolah raga serta terlalu banyak mengonsumsi junk food, bisa menjadi salah satu penyebab prediabetes.

Menurut Prof. Dr. dr. Sidartawan Soegondo, Sp.P.D., KEMD., FACE, President Elect 2009 – 2011 Persadia (Persatuan Diabetes Indonesia), perjalanan penyakit diabetes memang tidak terjadi tiba-tiba, tetapi melalui beberapa tahapan. Dimulai dari faktor risiko gaya hidup, terutama obesitas dan kurang gerak.

Dijelaskannya, seseorang dikatakan mengidap prediabetes jika kadar gula darah telah melampaui batas normal, tetapi belum mencapai batas diagnosis diabetes. Kondisi prediabetes tidak boleh dianggap enteng, karena sebagian individu dengan prediabetes akan berkembang menjadi diabetes, apabila tidak ditangani dengan baik. Individu dengan prediabetes yang tidak ditangani, dalam waktu sekitar 5-10 tahun, akan meningkat menjadi diabetes. Dan jika sudah diabetes, tidak dapat disembuhkan dan lebih sulit penanganannya.

“Dengan mewaspadai dan mengendalikan prediabetes, maka kemungkinan bertambahnya penyandang diabetes baru dapat dikurangi, sehingga mengurangi tahapan berikutnya yaitu komplikasi penyakit kardiovaskuler,” ujarnya, saat peluncuran “Kampanye Siaga 140” yang diselenggarakan oleh Accu Chek – PT Roche Indonesia, di Jakarta, belum lama ini.

Risiko munculnya komplikasi penyakit kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah) sudah dimulai sejak prediabetes. “Oleh karena itu, individu dengan prediabetes memerlukan penatalaksanaan memadai, meliputi perubahan gaya hidup yang lebih sehat guna memperbaiki profil glikemia (gula darah) dan menurunkan risiko kardiovaskular. Berbeda dengan diabetes yang tidak dapat disembuhkan, individu dengan prediabetes bisa kembali normal. Dituntut kesadaran yang tinggi bagi individu tersebut, untuk mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat,” katanya menambahkan.

Sidartawan menjelaskan, batas gula darah setiap individu normal dibedakan atas 2 kondisi : puasa atau sesudah makan (sewaktu). Untuk kondisi puasa (tidak mendapat asupan kalori 8-10 jam sebelumnya), batasnya adalah 100 mg/dL. Sementara untuk kondisi sesudah makan atau sewaktu puasa, batasnya adalah 140 mg/dL. Lewat dari salah satu ketentuan tersebut, masuk pada prediabetes. Namun, wewenang penegakan diagnosis hanya dimiliki oleh dokter dan mesti mengikuti prosedur medis khusus.

Terapi

Pada orang dengan prediabetes dan berisiko tinggi, terapi farmakologis (obat-obatan) dapat dipertimbangkan sebagai tambahan dari perubahan gaya hidup. Menurut Sidartawan, individu dengan prediabetes yang memiliki bobot badan berlebih (obesitas), perlu menurunkan berat badan 5 – 10 persen dari berat badan awal dan dipertahankan dalam jangka panjang. Selain itu, aktivitas fisik sedang dan teratur juga dianjurkan selama 30-60 menit per hari, paling sedikit 4 hari dalam seminggu atau minimal 150 menit/minggu.

“Saya sangat menghargai dan mendukung kampanye Siaga 140 yang merupakan bentuk kepedulian pihak swasta terhadap kesehatan masyarakat, khususnya terkait dengan penyakit diabetes. Saya berharap ada banyak pihak yang mendukung kampanye ini agar makin banyak anggota masyarakat, yang bisa mendapatkan informasi dan layanan yang diperlukan untuk menghindarkan diri dari prediabetes dan diabetes,” kata Sidartawan.

Menurut Magdalena Vandry, Business Manager Diabetes Care PT. Roche Indonesia, peluncuran Kampanye Siaga 140 dilakukan dalam rangkaian peringatan hari Diabetes Nasional. Kampanye Siaga 140 mengajak masyarakat untuk mengetahui lebih banyak tentang prediabetes dan diabetes, waspada, dan segera bertindak jika mereka berada di ambang batas prediabetes atau bahkan diabetes. (Ella Yuniaperdani/”PR-Kamis, 02 September 2010″) ***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s