John Boyn Dunlop, Dokter Hewan Menciptakan Ban Praktis


John Boyn Dunlop (1840-1921)

Ban merupakan bagian terpenting dari kendaraan bermotor karena ban satu-satunya bagian dari kendaraan bermotor yang mempunyai kontak langsung dengan jalan. Berkat penemuan ban yang digelembungkan udara (pneumatic tyre) oleh pria asal Skotlandia John Boyn Dunlop, ban menjadi salah satu faktor penting yang mendukung kenyamanan dan keselamatan saat berkendaraan.

John Boyn Dunlop dilahirkan dari keluarga petani di Dreghom, North Ayrshire Skotlandia pada tanggal 5 Februari 1840. Semasa kecil ia tinggal di kota kelahirannya. Dunlop muda menamatkan studinya dan berhasil mendapatkan gelar dokter hewan di Dick Vet, University of Edinburgh Skotlandia. Setelah menyelesaikan sekolahnya, Dunlop berpraktik sebagai dokter hewan pertama di Edinburgh, Skotlandia, dan kemudian di Belfast, Irlandia.

Di masa mudanya, John dikenal sebagai pekerja keras. Bahkan pada usia 19 tahun ia sudah bekerja untuk membantu perekonomian orang tuanya yang berprofesi sebagai petani. Pada tahun 1871 John menikah dengan Margaret Stevenson dan memiliki tiga orang putra.

Penemuan ban “pneumatic”

Asal mula penciptaan ban pneumatic didorong ketika John pertama kali mendesain roda untuk sepeda putranya yang sengaja dirancang untuk mengurangi guncangan ketika mengendarai sepeda di jalan yang kasar yang menyebabkan sakit kepala. John berusaha dengan keras menjawab keluhan anaknya yang merasa kurang nyaman dengan sepeda roda tiganya. Continue reading “John Boyn Dunlop, Dokter Hewan Menciptakan Ban Praktis”

Iklan

Maurice Hilleman, Kreator 40 Jenis Vaksin


Hebohnya kembali “Vaccine War” di Amerika Serikat membuat banyak orang teringat akan sosok berjasa yang menciptakan empat puluh jenis vaksin, termasuk di dalamnya adalah vaksin MMR (measles, mumps, rubella). Dialah Maurice Hilleman, pria kelahiran 30 Agustus 1919 di Miles City, Montana, Amerika Serikat. Ayahnya bernama Robert Hilleman sedangkan ibunya bernama Edith (Matson) Hilleman.

Masa kecil yang dihabiskan di peternakan membuat Maurice Hilleman menjadi anak yang kuat. Kelak, sifat inilah yang menjadikannya ilmuwan yang tak kenal lelah. Peternakan juga merupakan laboratorium bagi Hilleman karena di peternakan ini dia belajar mengenai biologi dan penyakit, serta hidup dan mati. Dia memelihara ayam, sapi, dan menanam sayur-sayuran. Tak hanya itu, Hilleman juga membantu bisnis sampingan keluarga, yaitu memproduksi sapu dan juga menjual lobak.

Di tahun 1937, Hilleman lulus dari Sekolah Menengah Atas Custer County, kemudian dia bekerja di toko retail J.C. Penney. Untuk seorang anak peternakan miskin seperti Hilleman, bersekolah di perguruan tinggi hanyalah mimpi. Untunglah Hilleman mendapat beasiswa dari Universitas Montana dan lulus di tahun 1941. Continue reading “Maurice Hilleman, Kreator 40 Jenis Vaksin”

Hans Berger, Penemu Electroencephalogram (EEG)


Hans Berger adalah seorang profesor psikiater dan direktur Klinik Universitas Psikiater Jena  (1919-1938). Akan tetapi, dia terkenal bukan karena hal itu. Dia menjadi tokoh dunia akibat kontribusinya yang besar dalam penelitian aktivitas dan kesadaran otak manusia. Penelitian ini bahkan membawanya pada penemuan suatu alat yang mengubah khazanah ilmu kedokteran. Namanya adalah Electroencephalogram (EEG).

Electroencephalogram adalah sebuah alat yang mampu memvisualisasikan gelombang otak manusia ke dalam bentuk grafik. Gelombang otak ini diukur berdasarkan beda pontensial yang terjadi secara berulang-ulang di antara elektroda yang dihubungkan ke kepala manusia.

Pada awalnya, Berger membuat EEG hanya sebagai alat untuk mengukur gelombang otak. Namun ternyata, lama kelamaan, EEG dijadikan sebagai alat yang mampu mendiagnosis dan mengobati penyakit tertentu, seperti epilepsi dan tumor otak. Hal ini pun sangat tidak ternilai harganya. Continue reading “Hans Berger, Penemu Electroencephalogram (EEG)”

Nikola Tesla, Penemu Transmisi Listrik


Nikola Tesla (1856 – 1943)

NAMANYA sebagai ilmuwan sering terlupakan. Ketenarannya kalah oleh nama-nama besar sekelas Thomas Alfa Edison, Michael Faraday, dan Guglielmo Marconi. Ironis sekali, kebanyakan orang mengenal namanya dari satuan induksi magnet, yaitu Tesla.

Banyak yang tidak mengetahui bahwa Nikola Tesla adalah ilmuwan genius terbesar abad modern karena kontribusinya yang begitu besar bagi umat manusia. Siapa yang tak kenal dengan transmisi listrik bolak-balik, radio, dan sinar-x yang kini tak terpisahkan dalam kehidupan manusia, itulah sebagian dari hasil karya Nikola Tesla.

Akan tetapi, mengapa ilmuwan segenius Nikola Tesla kurang begitu dikenal? Mungkinkah hal ini disengaja karena kalangan tertentu memiliki kepentingan terhadap penemuan-penemuan Tesla? Ataukah, ada pihak-pihak tertentu yang tak menginginkan khalayak akrab dengan yang namanya energi gratis, teknik pengendalian cuaca, transmisi listrik tanpa kabel, atau senjata “sinar mematikan”? Memang banyak intrik dan kontroversi di seputar ilmuwan eksentrik ini. Continue reading “Nikola Tesla, Penemu Transmisi Listrik”

Niels Henrik Abel, Jawara Matematika


Niels Henrik Abel (1802-1829)

Dalam sejarah ilmuwan matematika dunia, tak sedikit maestro mengagumkan yang mendedikasikan hidupnya hanya untuk membangun fondasi matematika. Mereka merevolusi dan mereformasi studi matematika yang hasilnya bisa dilihat hingga sekarang.

Kalkulus misalnya, sebagai salah satu bagian dari matematika seperti pernah disebut oleh Richard Courant adalah ”hasil perjuangan intelektual yang dramatik yang berlangsung selama 2500 tahun”. Kontributor asal-muasal kalkulus memang merentang panjang sejak Archimedes, Rene Descartes, Isaac Newton, Leibniz, L`Hôpital, Euler, Lagrange, Gauss, Cauchy, Riemann, Lebesgue, Abel, dan lain lain.

Nama terakhir yang disebut nama lengkapnya adalah Niels Henrik Abel. Nama ini pantas disebut karena sumbangannya yang amat berharga untuk matematika. Abel adalah  seorang juara matematika dari Norwegia.
Continue reading “Niels Henrik Abel, Jawara Matematika”

Andreas Vesalius, Bapak Anatomi Manusia Modern


Andreas Vesalius (1514-1564)

Di masa lalu di Eropa, terdapat kepercayaan umum bahwa jumlah tulang rusuk laki-laki kurang satu dari perempuan. Kepercayaan berdasarkan kitab suci ini terus bertahan hingga seorang dokter bernama Andreas Vesalius, melalui sebuah demonstrasi yang sensasional, menunjukkan bahwa kepercayaan tersebut keliru. Jumlah tulang rusuk laki-laki dan perempuan adalah sama.

Andreas Vesalius (disebut juga Andreas van Wesel, Andreas Vesal) lahir di Brussels, Belgia, 31 Desember 1514 dari keluarga dokter. Ayah dan kakeknya adalah dokter yang mengabdi pada Kekaisaran Romawi Suci.

Dengan latar belakang keluarga seperti itu, Vesalius tumbuh sebagai anak dengan minat yang besar pada sains. Saat masih kecil ia sudah tertarik pada pembedahan binatang.

Pendidikan Vesalius di perguruan tinggi dimulai tahun 1528 ketika ia masuk ke Universitas Louvain untuk belajar seni. Namun di tahun 1532, ia memutuskan pindah ke Universitas Paris untuk belajar kedokteran. Di sini ia belajar teori-teori Galen (seorang dokter Romawi terkenal yang ajarannya menjadi pegangan di berbagai universitas di masa itu). Di sini pula ia mengembangkan minatnya pada anatomi dan sering kali ditemukan sedang melakukan penelitian terhadap tulang-tulang di pekuburan dan tempat eksekusi hukuman. Continue reading “Andreas Vesalius, Bapak Anatomi Manusia Modern”

Ibnu Haitham, “Bapak Optika Modern”


Optika adalah salah satu cabang ilmu fisika yang telah menyusuri riwayat panjang. Manusia telah mencoba memahami optika sejak dahulu. Sekitar 140 sebelum Masehi, Ptolomeus dari Alexandria telah mendalami optika. Pada abad pertengahan, ada Galileo Galilei dari Italia yang terkenal dengan keberhasilannya menemukan empat bulan Planet Jupiter dengan menggunakan teleskop buatannya. Kemudian, Isaac Newton dari Inggris yang terkenal dengan pembuatan teleskop pemantul. Masa berikutnya ada Huygens dan Van Leeuwenhoek yang ahli dalam pembuatan mikroskop. Mendekati masa sekarang, ada Fresnel dan Doppler yang ahli dalam optika gelombang.

Sebenarnya, banyak sekali orang yang mendalami optika. Dari sekian banyak peneliti atau pemikir optika, ada seorang ahli optika yang kontribusi ilmunya sangat besar terhadap perkembangan optika modern. Ia adalah seorang Muslim bernama Ibnu Haitham.

Ibnu Haitham bernama lengkap Abu Ali Al-Hasan Ibn Al-Hasan Ibn Al-Haitham. Ia lebih dikenal dengan nama Alhazen di kalangan orang-orang Eropa. Ia lahir pada tahun 965 di Basra, Irak. Ibnu Haitham menempuh pendidikan di Basra dan Bagdad. Kedua kota tersebut merupakan pusat ilmu pengetahuan saat itu. Setelah menempuh pendidikan di kedua kota tersebut, ia pergi ke Mesir dan Spanyol.

Ibnu Haitham menghabiskan waktu yang cukup banyak dalam mengkaji berbagai ilmu pasti saat berada di Spanyol. Salah satu bidang ilmu yang berhasil dikuasainya adalah optika. Penguasaan Ibnu Haitham dalam ilmu optika sudah tidak diragukan lagi. Hal tersebut disebabkan pemikirannya yang logis berdasarkan pada metode ilmiah sehingga konsep-konsepnya menjadi dasar perkembangan ilmu optika. Pemikiran-pemikiran penting yang diungkap oleh Ibnu Haitham, antara lain tentang proses penglihatan, bagian-bagian mata, catoptrics dan dioptrics, pembiasan cahaya, cermin, dan lensa. Continue reading “Ibnu Haitham, “Bapak Optika Modern””