Terry Fox, Anak Muda Pembangkit Semangat


Kehadiran sebuah patung di Kampus Universitas Simon Fraser itu seolah tak henti memompakan semangat pantang putus asa dalam berusaha kepada kaum muda. Itulah patung Terry Fox, dengan kaki kanan palsu dan diresmikan September 2001.

Siapakah Terry Fox? Ia bukan politikus. Bukan pula penguasa, dan bukan pejabat penting suatu negara.

Terry Fox adalah seorang mahasiswa kelahiran Winnipeg, Manitoba-Kanada, 28 Juli 1958, yang terpaksa mengubur cita-citanya karena menderita kanker tulang. Meski demikian, ia gigih menghimpun dana untuk penelitian kanker melalui lari maraton yang disebutnya maraton pengharapan (Marathon of Hope). Upaya Terry Fox ternyata mengundang perhatian dunia. Continue reading “Terry Fox, Anak Muda Pembangkit Semangat”

Andi dan Perjuangan Nasib Guru Honor


Pemerintahan di Indonesia terus berganti, tetapi nasib guru tetap saja masih terpuruk. Para guru memilih bergerak sendiri dengan membentuk organisasi untuk memperjuangkan perbaikan kesejahteraan guru, terutama guru honor.

Salah satunya adalah Andi Semanto (36), seorang guru SMP Negeri 21, Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel). Andi adalah salah satu pendiri Lembaga Pemerhati Pendidikan (LP2) Sumsel, yaitu sebuah lembaga yang didirikan pada 2007 oleh para guru honor karena rasa prihatin terhadap dunia pendidikan. Jumlah guru honor di Sumsel saat ini sekitar 3.800 orang.

Menurut Andi, bangsa Indonesia tidak akan maju selama tidak memerhatikan masalah pendidikan. Negara seperti Jepang bisa maju karena lebih mengutamakan masalah pendidikan dibandingkan masalah lain.

”Guru yang dihasilkan di Indonesia adalah guru asal cetak dan tidak diikuti dengan peningkatan kesejahteraan. Akibatnya, guru tidak fokus dalam mengajar,” kata pria yang lahir di Lahat, 20 Mei 1973, itu. Continue reading “Andi dan Perjuangan Nasib Guru Honor”

Irwandi Jaswir, Angkat Nama Indonesia Lewat Malaysia


Irwandi Jaswir, alumnus Institut Pertanian Bogor tahun 1993, meraih posisi ke-2 dalam ‘Anugerah Saintis Muda Asia Pasifik 2009’ di Bangkok.

Irwandi, yang kini berpangkat profesor madya, itu mewakili tempatnya bekerja di Departemen Biotechnology Engineering, International Islamic University Malaysia. Kompetisi prestisius itu diprakarsai oleh Scopus, situs basis data pencarian jurnal ilmiah dan indeks kutipan terbesar di dunia.

Kepada Kompas, Sabtu (13/6), Irwandi menjelaskan, tahun ini ada 150 pencalonan dari 23 negara di Asia Pasifik dalam tiga kategori, yaitu bisnis, pertanian dan sumber daya alam, serta teknologi dan engineering. Irwandi berkompetisi di bidang pertanian dan sumber daya alam.

”Penilaian oleh panel juri terdiri dari 3 orang untuk setiap bidang. Mereka adalah para pakar dan profesor berkaliber dunia yang mempunyai rekor karya ilmiah di Scopus,” kata Irwandi. Continue reading “Irwandi Jaswir, Angkat Nama Indonesia Lewat Malaysia”

Teladan Bangsa yang Terpinggirkan


Di depan kelas kau berusaha tersenyum manis/Namun, di dalam hati kau menangis Aku tak punya apa-apa anakku/Selain buku dan sedikit ilmu Jika kalian libur dan datang ke rumahku, jangan takut anakku. Genteng yang bocor itu/Gelas yang tak berisi air itu/Piring yang tak berisi nasi Kalian akan bercerita tentang aku/Tentang potret kehidupanku sebagai guru.

Penggalan puisi ini adalah ungkapan hati Atrianil (46), salah seorang guru honorer yang bertugas di tiga sekolah berbeda di Jakarta dan Tangerang, Banten. Puisi ini pernah dibaca Ruminah (36), guru honorer lainnya, dan membuat matanya sembab. Isi puisi ini mewakili perasaannya pula.

Puisi-puisi itu adalah jeritan hati, keluh kesahnya. Ketika tidak tahu harus ke mana lagi mengadu, ia pun memilih menulis. Continue reading “Teladan Bangsa yang Terpinggirkan”

Imelda Francisca: Aku Ingin Majukan Pendidikan Indonesia!


Bagi seorang Imelda Fransisca, Miss Indonesia 2005, pendidikan jelas merupakan hal yang tidak bisa dikesampingkan. Oleh sebab itu, ia bercita-cita tinggi untuk memajukan pendidikan di Indonesia.

“Bagi saya, pendidikan dan informasi adalah sesuatu yang berperan penting dalam kehidupan,” tukasnya seusai didapuk sebagai duta pendidikan di Jakarta, Rabu (28/7).

Dalam sambutan penobatannya itu, Imelda mengaku memajukan pendidikan sudah menjadi cita-citanya sejak duduk di bangku kuliah. Ajaran dosen-dosennya di Amerika Serikat (AS) menyadarkan dirinya bahwa pendidikan memiliki peran yang signifikan dalam kehidupan, mulai dari pembentukan karakter, hingga tujuan hidup. Continue reading “Imelda Francisca: Aku Ingin Majukan Pendidikan Indonesia!”

Aris Riyadi: Asyiknya Belajar Sejarah Lewat Kartun!


Keinginan besar supaya para siswa lebih mencintai sejarah, Aris Riyadi, guru sejarah dari SMPN 4 Widodaren, Ngawi, Jawa Timur, melahirkan inovasi baru dalam mengajar. Aris menggunakan media kartun, yang digerak-gerakkan dan didialogkan di depan kelas.

“Saya menggerak-gerakkan gambar dan meniru suara-suara tokohnya, jadi seperti berlakon,” ujar Aris, yang baru saja meraih Juara I Lomba Karya Ilmiah Guru (LKIG) XVII bidang IPSK tingkat SMP yang digelar oleh LIPI.

Berbekal kegemarannya menggambar kartun sejak semasa sekolah, Aris mengaku memberanikan diri untuk membuat media ini. Dia menggambar kartun menyerupai tokoh sejarah di kertas yang ditempel di gabus. Continue reading “Aris Riyadi: Asyiknya Belajar Sejarah Lewat Kartun!”

Yogi, Si Pencipta “Kemasan Cerdas” Pendeteksi Ikan Busuk


Anda tak perlu bingung lagi memilih ikan kemasan yang masih segar atau tidak. Hal itu tak lama lagi akan dapat dituntaskan, karena Yogi Waldingga Hasnedi berhasil melakukan penelitian mengenai “kemasan cerdas” sebagai alat pendeteksi ikan yang busuk.

Berkat penelitiannya itu, mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian IPB, ini meraih juara pertama ‘Pemilihan Peneliti Remaja Indonesia (PPRI) tahun 2009’ untuk kategori Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik. Lomba tersebut digelar oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan merupakan penyelenggaraan yang ke delapan. Continue reading “Yogi, Si Pencipta “Kemasan Cerdas” Pendeteksi Ikan Busuk”