Baterai Lit-Air Sumber Energi Baru


Kemampuannya Sepuluh Kali Lipat dari BBM Standar

Lebih dari tujuh juta barel bensin dikonsumsi oleh kendaraan di Amerika Serikat setiap hari. Para ilmuwan berlomba mencari solusi alternatif BBM yang ramah lingkungan untuk bahan bakar dunia. Penemuan BBM dari bahan baku ganggang, masih belum memuaskan para peneliti. Diperhitungkan konsumsi bensin dunia dari tahun ke tahun akan terus meningkat. Tren kebutuhan energi transportasi, tidak bisa dihindari. Oleh karena, itu para ahli biotech masih terus menggeluti berbagai bahan baku baru yang ada di lingkungan kita.

Sekelompok peneliti, mencoba mengeksplorasi berbagai sumber bahan baku, baik yang bersumber dari nabati (organik ) maupun nonnabati (anorganik). Terutama produk produk teknologi, yang kali ini menoleh ke baterai lithium. Sebagai bahan baku lain yang bisa menggantikan BBM, baterai lithium (Li), sebenarnya produk teknologi yang sudah akrab dengan lingkungan kita, karena sering digunakan sebagai sumber energi untuk kebutuhan sehari-hari maupun khusus.

Contoh yang terkecil, baterai lithium digunakan sebagai sumber energi untuk jam tangan, penerangan pekerja tambang, bahan bakar pemanas air, sumber energi roket luar angkasa, dan robot penjelajah di Bulan maupun Planet Mars, serta telefon genggam. Bahkan yang terakhir, digunakan untuk kendaraan roda dua maupun roda empat yang ramah lingkungan. Berangkat dari penggunaan untuk kendaraan roda empat dan dua, yang digunakan adalah Li-ion (lithium ion). Akan tetapi, para peneliti saat ini,mampu membuat lithium lain yang ada kaitannya dengan udara. Lanjutkan membaca “Baterai Lit-Air Sumber Energi Baru”

Biogas dari Bungkil Biji Jarak Pagar, Inovasi Terbaru dari Teknik Kimia ITB


Selasa, 15 – Mei – 2007, 11:03:31
klik untuk memperbesarKelompok Riset Biodiesel ITB baru–baru ini berhasil membuat BIOGAS DARI BUNGKIL (= AMPAS PERAHAN) BIJI JARAK PAGAR. Inovasi ini berangkat dari ide bahwa limbah perahan biji jarak untuk biodiesel dapat dimanfaatkan lagi sebagai bahan bakar bagi petani jarak. “Membuat minyak dari jarak bagi petani itu tidak murah, sedangkan mereka sendiri juga membutuhkan bahan bakar bagi keperluan sehari–hari. Dengan biogas ini, mereka bisa jual seluruh minyak yang mereka dapat dan memanfaatkan limbahnya untuk memasak,” jelas Tatang H. Soerawidjaja, sang kepala kelompok riset Biodiesel ITB. Penggunaan biogas sebagai bahan bakar rumah tangga juga jauh lebih nyaman dibandingkan menggunakan minyak jarak pagar.

Kelompok ini sekarang telah membangun satu unit pilot pembangkit biogas di lantai dasar gedung Teknik Kimia. Unit pembangkit biogas tersebut terdiri atas reaktor/generator, kotak pemasukan suspensi, penampung gas plastik dan kompor biogas (terlihat dalam foto). “Kompornya didesain lebih sederhana daripada kompor gas elpiji,” kata Ibrahim lagi. Kompor tersebut memiliki tuas seperti kompor gas biasa untuk menyalakan dan mematikan api. Reaktor biogas tersebut saat ini menghasilkan sekitar 1 m3 biogas/hari dengan kapasitas 360 liter (terdiri dari 2 drum yang disambung), yang diberi pasokan harian berupa campuran/adonan 1,2 kg bungkil jarak pagar ditambahkan 12 liter air. Awalnya, reaktor ini diinisiasi dengan kotoran sapi yang dipakai untuk menghasilkan biogas. “Ini dilakukan karena biji jarak tidak memiliki konsorsium bakteri yang mengubah senyawa dalam bungkil menjadi gas. Jadi, setelah bakterinya teraklimatisasi baru kami masukkan bungkil sedikit demi sedikit,” jelas Pak Tatang lagi. Dalam tiga hari, gas mulai dihasilkan dari reaktor dan diuji. “Pengujian gas dan pH dilakukan tiap tiga hari sekali, dan sampai sejauh ini pH yang terukur 8 (basa–red) dan 52% gas yang dihasilkan CH4,” terang Ibrahim, penanggungjawab unit pembangkit biogas. Lanjutkan membaca “Biogas dari Bungkil Biji Jarak Pagar, Inovasi Terbaru dari Teknik Kimia ITB”

Kompor Matahari Untuk Rakyat Miskin


KOMPAS/Dody Wisnu Pribadi

Ini hanyalah salah satu temuan Nurhuda yang saat ini telah memegang nomor pendaftaran lima paten. Sebagai penekun teknologi tepat guna selama ini, ia menyerahkan karya hasil modifikasi kompor mataharinya ini kepada pemerintah atau siapapun yang menghendaki memproduksinya dalam jumlah besar, tanpa meminta kompensasi apapun, katanya di Malang, Rabu (12/3).

Nurhuda memberi sebutan kompornya, kompor matahari kotak untuk rakyat miskin. Teknologi ini sangat tepat untuk mengurangi konsumsi bahan bakar rumah tangga miskin di pedesaan, asal tersedia cukup sinar matahari. “Cukup praktis untuk digunakan ibu rumah tangga, karena tidak menggunakan teknologi reflektor parabola seperti selama ini, ” kata pengajar Fisika Teori ini.

Desainnya bukan asli ciptaannya, namun modifikasi hingga menjadi kompor yang benar-benar dijamin bisa bekerja memanaskan air atau menanak nasi adalah hasil jerih payahnya selama dua minggu terakhir, katanya.

Kompornya sangat sederhana, berupa kotak kayu 50×50 cm dan tinggi 30 cm, sepanjang sisi dikelilingi cermin biasa sebagai pengumpul sinar matahari. Salah satu cermin bisa disetel dihadapkan ke sinar matahari, lalu cermin sekelilingnya membantu mengumpulkan sinar matahari, ke titik fokus pada panci buatannya. Lanjutkan membaca “Kompor Matahari Untuk Rakyat Miskin”

Energi Tersembunyi di Bawah Laut



Jumat, 15 Februari 2008 | 10:53 WIB

DANIA BEACH, FLORIDA, JUMAT – Para peneliti di Florida Atlantic University tengah mempelajari arus samudera di Gulf Stream yang terletak 24 kilometer dari pantai Florida. Lokasi tersebut diyakini menyimpan kesempatan menggiurkan akan eksploitasi energi yang tidak akan ada habisnya.

Menurut mereka, arus yang mengalir dengan kecepatan 8,5 miliar galon per detik tersebut dapat dimanfaatkan untuk memutar ribuan turbin bawah laut yang akan menghasilkan energi setara 10 reaktor nuklir. Energi sebesar itu dapat menopang sepertiga kebutuhan listrik di Florida. Rencananya, sebuah turbin ekeperimen akan dipasang dalam beberapa bulan ini.

Direktur Pusat Keunggulan Teknologi Energi Kelautan, Frederick Driscoll mengatakan saat ini pihak universitas sedang mengembangkan sebuah teknologi terobosan yang akan memungkinkan perusahaan-perusahaan besar membangun sederetan turbin besar di bawah laut. Penelitian ini didanai menggunakan hibah penelitian dari pemerintah Florida sebanyak 5 juta dolar. Lanjutkan membaca “Energi Tersembunyi di Bawah Laut”

Organisme Buatan Ubah Karbondioksida Menjadi Energi


J. Craig Venter Institute
Tiruan bakteri Mycoplasma genitalium, makhluk hidup paling sederhana yang berhasil ditiru para peneliti di J. Craig Venter Institute.

Jumat, 29 Februari 2008 | 13:07 WIB

MONTEREY, KAMIS – Para ilmuwan di AS mengklaim telah berhasil merekayasa organisme di laboratorium yang dapat mengubah karbondioksida menjadi energi. Tidak hanya akan mengatasi polusi, terobosan ini juga menjanjikan sumber energi baru yang melimpah.

“Kami sedang berupaya menggeser seluruh industri petrokimia dan menjadi sumber energi utama,” ujar Craig Venter dalam konferensi Technology, Entertainment, and Design di Monterey, California, Kamis (28/2). Venter selama ini dikenal sebagai pakar genetika terkemuka dan juga menjadi orang pertama di dunia yang telah dipetakan seluruh kode genetikanya.

Proyek pengembangan sumber energi yang disebutnya sebagai bahan bakar generasi keempat ini diyakini dapat mengatasi kebutuhan energi yang semakin besar. Menurutnya bio-bahan bakar sebagai alternatif energi fosil merupakan generasi ketiga. Terobosan berikutnya adalah membuat organisme yang dapat mencerna karbondioksida dan menghasilkan sampah yang dapat dijadikan energi, dalam hal ini gas metan.

Penyisipan kromosom Lanjutkan membaca “Organisme Buatan Ubah Karbondioksida Menjadi Energi”

Presiden: Harga BBM dan tarif listrik tidak akan naik


document.title += ” : Presiden: Harga BBM dan tarif listrik tidak akan naik”;
Rabu, 05 Maret 08

Bogor, Koran Internet: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan tidak akan menaikkan harga bahan bakar minyak bersubsidi dan tarif listrik pada 2008 meski APBN 2008 dalam keadaan tertekan.

“Pesan saya jangan buru-buru langsung berpikiran untuk menaikkan BBM dan listrik karena yang memikul beban adalah seluruh rakyat Indonesia, mari berpikir sungguh-sungguh untuk menghemat pengeluaran,” kata Presiden saat meninjau pelaksanaan program nasional pemberdayaan masyarakat (PNPM) Mandiri di Lapangan Kertamaya, Bogor, Rabu (5/3).

Menurut Presiden, meski APBN 2008 dalam keadaan tertekan akibat kondisi perekonomian dunia yang tidak bersahabat, tapi harga BBM dan listrik tetap tidak akan dinaikkan karena pemerintah lebih berpikir untuk melakukan penghematan dan mengatur konsumsi BBM dan listrik yang bersubsidi.

“Cara-cara itu yang sedang digodok di DPR agar APBN selamat dan tidak terburu-buru menaikkan BBM dan listrik. Kita ingin rakyat dilindungi,” katanya. Lanjutkan membaca “Presiden: Harga BBM dan tarif listrik tidak akan naik”

Pemanas Air Tenaga Surya Belum Tentu Hemat Listrik


karir anda mentok, karena pendidikan tak mendukung ? lanjutkan kuliah di |

tempat kuliah paling fleksibel SARJANA NEGERI 3 TAHUN – TANPA SKRIPSI ABSENSI HADIR BEBAS – BERKUALITAS – IJAZAH & GELAR DARI DEPDIKNAS MURAH DAPAT DIANGSUR TIAP BULAN -terima pindahan dari PTN/PTS lain
MANAJEMEN – AKUNTANSI – ILMU KOMUNIKASI – ILMU PEMERINTAHAN

022-70314141;7313350 : jl. terusan halimun 37 bdg- utkampus.net


Pemanas air model panel sinar matahari selama ini diklaim sebagai perangkat hemat energi alias hemat biaya. Belum tentu benar. Sebab, jika diperhatikan, alat semacam itu banyak terdapat di rumah ukuran besar yang memiliki listrik berdaya besar pula. Hampir tak ada rumah sederhana yang dipasangi alat ini, karena untuk menghidupkan electric booster (elemen pemanas), diperlukan listrik yang cukup besar.

Cara kerja alat ini terbilang sederhana. Ada termos besar penampung air berkapasitas antara 180 – 600 l air. Ada panel lebar untuk menerima sinar matahari, juga pipa-pipa yang menyerap panas di sekitar panel. Air masuk disirkulasikan terus-menerus. Air panas dipasokkan ke dalam termos, sementara air dingin kembali ke panel. Air panas itu yang kemudian dihubungkan dengan pipa tahan panas ke kamar mandi, wastafel, atau kolam renang untuk dipergunakan pemilik rumah.

Tak ada produsen pemanas air tenaga matahari yang bisa menentukan jumlah listrik yang dihemat, dibandingkan misalnya dengan pemanas tenaga listrik atau gas. Karena andalan utama alat ini sinar matahari, pasti ada perbedaan efektivitas penggunaan pada dataran rendah (kota dekat pantai) atau dataran tinggi (pegunungan). Sementara, efektivitas kerja alat ini sangat ditentukan oleh lamanya panas matahari menyinari panel. Lanjutkan membaca “Pemanas Air Tenaga Surya Belum Tentu Hemat Listrik”